IND | ENG
Penyedia Kencan Daring LGBT Kecewa dengan Kebijakan Pakistan

Logo Grindr | Foto: fayerwayer.com

Penyedia Kencan Daring LGBT Kecewa dengan Kebijakan Pakistan
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 04 September 2020 - 17:52 WIB

Cyberthreat.id – Grindr, pengembang layanan kencan daring asal Amerika Serikat, mengaku kecewa dengan keputusan Pakistan yang memblokir platformnya.

Perusahaan juga masih mencari cara agar platformnya diterima di negara Muslim tersebut. Grindr selama ini dikenal sebagai layanan kencan bagi kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender.


Baca:


"Kami sangat kecewa dengan ... keputusan melarang Grindr dan aplikasi kencan lainnya yang memungkinkan warga Pakistan untuk terhubung dengan orang lain di platform kami," kata Chief Operating Officer Grindr, Rick Marini, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3 September 2020).

Pada Selasa lalu, Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) memblokir lima aplikasi kencan daring, seperti Tinder, Grindr, Tagged, Skout, dan SayHi. Mereka diminta untuk memfilter kembai konten-konten streaming langsung agar sesuai dengan hukum yang berlaku di Pakistan.


Baca:


Sementara, Tinder, aplikasi kencan populer global yang dimiliki oleh Match Group, mengatakan akan bersedia bekerja dengan regulator dan penegak hukum Pakistan.

"Kami menyambut baik kesempatan untuk mendiskusikan produk kami dan upaya moderasi dengan Otoritas Telekomunikasi Pakistan," kata juru bicara Tinder. Sejauh ini, Grindr belum menyatakan akan membahas atau bertemu dengan regulator Pakistan.

Selain layanan kencan, pada Rabu lalu, PTA juga telah meminta platform berbagi video, YouTube, untuk segera memblokir konten tertentu. YouTube, milik Alphabet Inc., sebelumnya diblokir di Pakistan selama tiga tahun hingga 2016.[]

#tinder   #grindr   #tagged   #skout   #sayhi   #aplikasikencan   #pakistan   #pornografi

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok Rentan 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id
Tiga Bulan Perangi Promosi dan Tindak Judi Online, Kominfo dan Mitra Sapu 2 Juta Konten