
Edward Snowden | Foto: spiegel.de
Edward Snowden | Foto: spiegel.de
Cyberthreat.id – Edward Snowden, pembocor informasi intelijen AS, akan menjadi salah satu dari 45 saksi untuk membela kasus yang menimpa peretas (hacker) Rui Pinto (31).
Sejak Januari lalu, Pinto yang mendekam di penjara Lisbon, Portugal akan menghadapi sidang perdana pada Jumat (4 September 2020), demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (1 September).
Fransisco Teixeira da Mota, pengacara Pinto, mengatakan, dirinya masih belum mengetahui apakah Snowden—buronan AS yang kini tinggal di Rusia—akan bersaksi melalui telekonferensi video atau dengan cara lain.
Menurut tim pengacara, Pinto adalah “peniup peluit” (whistleblower) dalam kasus “Football Leak” karena bertindak untuk kepentingan umum.
William Bourdon, sebelumnya menjadi pengacara Edward Snowden, saat ini masuk dalam tim pembela Pinto.
"Rui Pinto adalah Snowden untuk kasus korupsi internasional dan (dia) harus diakui sebagai salah satu pelapor terbesar di awal abad ini," kata Bourdon kepada Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).
Baca:
Pinto yang menghabiskan waktu selama tiga tahun, bekerja di bawah nama sandi “John” mendapatkan 70 juta dokumen dan 3,4 terabita (TB) informasi rahasia tentang klub-klub sepakbola besar dan pejabat klub.
Ia kemudian mengirimkan dokumen itu ke majalah Jerman, Der Spiegel. Der Spiegel berasma media Eropa lain mempublikasikan data-data tersebut yang menyangkut dugaan korupsi besar di jantung sepakbola, tulis Euronews.
“Investigasi” Pinto mencakup kasus pajak di Spanyol—kala itu Cristiano Ronaldo dituntut karena penggelapan pajak setelah Football Leaks mengungkapkan rincian yang begitu rumit.
Selain itu, laporan Football Leaks juga mengungkap Presiden FIFA Gianni Infantino dan cara klub top Eropa mengelak dari peraturan keuangan.
Pinto saat ini sedang menghadapi 90 dakwaan dari sebelumnya 147 dakwaan, di antaranya percobaan pemerasan, akses tidak sah ke data dan pelanggaran korespondensi.
Rui Pinto juga sosok di balik pengungkapan “Luanda Leaks”, skandal tentang Isabel dos Santos, miliarder-wanita terkaya juga anak dari mantan Presiden Angola José Eduardo dos Santos. Karena ulahnya ini, jaksa Angola menjerat dirinya dengan tuduhan penipuan atas Isabel.
Pinto ditangkap pada Januari 2019 di Budapest, Hungaria, kemudian diekstradisi ke Portugal karena operasi peretasan yang kemudian dikenal publik dengan sebutan skandal “Football Leaks”.[]
Share: