
Ilustrasi | Foto: Freepik
Ilustrasi | Foto: Freepik
Jakarta, Cyberthreat.id - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengingatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus menguasai teknologi agar bisa mengambangkan bisnis online. Jika tidak, kata dia, UMKM akan mati perlahan.
"Karena masuk digital itu keharusan. Kan yang jualan dan yang dijual itu terjadi secara digital," kata Rudiantara usai rapat kerja dengan Komisi 1 DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (18 Juni 2019).
Menurut catatan Rudiantara, saat ini terdapat sekitar 10 juta UMKM online. Dua raksasa Bukalapak dan Tokopedia mendominasi yang masing-masing memiliki 4 juta dan 5 juta merchant. Satu juta dimiliki Go-Jek yang banyak menaungi penjual makanan dan minuman.
Dari total 10 juta itu terdapat irisan. Artinya, penjual yang memiliki akun di Bukalapak juga memiliki akun di Tokopedia dan GoJek. Menurut perkiraan Rudiantara, jumlah merchant yang berbisnis online itu hanya sekitar 60 persen atau sekitar 6 juta.
"Baru 6 juta UMKM yang online sedangkan total UMKM di Indonesia itu ada 60 juta. Artinya apa? baru 10 persen yang online dan tugas kita bersama untuk menjadikan 90 persen (56 juta) untuk menjadikannya go online," kata dia.
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengakui memang banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia untuk menarik UMKM menjadi online. Fokusnya, kata dia, adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengakselerasi bisnis.
"Memang sosialisasi adalah masalah di sini. Bagaimana kita membawa 60 juta UMKM online. Itu dulu. Setelah itu baru kita berpikir ekspansi global," kata William.
Deputi Credit Marketing Officer (CMO) Blibli.com, Andy Adrian, mengatakan pihaknya segera mengucurkan dana Rp 1,3 miliar untuk UMKM. Menurut dia, UMKM di Tanah Air selalu mentok di dana termasuk ketika akan mengakses teknologi.
"Masalah funding bagi pelaku UMKM itu mentok, tapi itulah tantangan terbesar untuk berkembang," kata Andy.
Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) M. Ikhsan Ingartubun meminta Presiden Joko Widodo agar bisa menurunkan pajak UMKM menjadi 0 persen.
Pengusaha UMKM, kata dia, harus masuk ke dalam teknologi 4G sehingga produknya mudah diketahui sampai seluruh dunia.
"Pajak kan sudah diturunkan dari 1 persen menjadi 0,5 persen, tapi dari sisi omzet, itu masih berat bagi kami. Kami minta sama saja dengan China yang pada 2020 itu UMKM pajaknya 0 persen," ujarnya.
Share: