IND | ENG
ATSI Sebut Baru 49 Persen Wilayah Indonesia Terjangkau Jaringan 4G

Wakil Ketua Umum ATSI Merza Fachys | Foto : Cyberthreat.id/ Eman Sulaeman

ATSI Sebut Baru 49 Persen Wilayah Indonesia Terjangkau Jaringan 4G
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:41 WIB

Cyberthreat.id – Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Merza Fachys, mengatakan, saat ini baru 49,35 persen wilayah di Indonesia yang terjangkau jaringan 4G.

Ia mengatakan, wilayah yang belum teraliri jaringan 4G biasanya jauh dari aktivitas bisnis. Namun, jika dilihat dari segi demografis, jumlah pengguna 4G memang sudah menjangkau 91 persen penduduk Indonesia.

"Kalau dilihat secara geografis belum menjangkau semua wilayah Indonesia, terutama di Indonesia Bagian Timur,” kata Merza dalam acara “PANDI Meeting 11”, Rabu (26 Agustus 2020).

Untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), menurut Merza, butuh investasi yang cukup besar. Terlebih saat ini masih ada 12.500 desa yang belum terhubung internet dan jaringan 4G. Provinsi Papua dan sekitarnya menjadi wilayah yang paling banyak belum terkoneksi, sedikitnya 4.000 desa belum terkoneksi internet.

Ia mengatakan, untuk membangun menara pemancar sinyal di Papua, misalnya, butuh dana sebesar Rp 1 miliar. Namun, menurut dia, ATSI akan tetap berupaya membangun menara pemancar sinyal untuk menyediakan jaringan 4G di daerah 3T dan lainnya.

Di sisi lain, Merza juga menyinggung terkait transformasi digital yang digaungkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, pandemi Covid-19 menjadi peluang untuk meningkatkan tranformasi digital di Indonesia.

Oleh karenanya, untuk mendukung tranformasi digital ini, infrastruktur telekomunikasi penting dtingkatkan secara cepat dan efisien.

Ada beberapa hal yang perlu didorong untuk mendukung transformasi digital, menurut Merza, antara lain:

  • pemerintah menyediakan regulasi terkait dengan serat optik, pengalur jaringan (backhaul), jaringan utama (backbone), dan network sharing
  • mempermudah perizinan menara pemancar sinyal dan kabel bawah laut dengan biaya murah
  • mengoptimalkan sumber dana pembangunan (pemerintah turut andil dalam pembangunan sarana telekomunikasi di daerah), dan
  • memberikan insentif bagi penyelenggara telekomunikasi.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#internet   #ATSI   #transformasidigital   #jaringan4g   #blankspot   #wilayah3T   #merzafachys

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa
Utusan Setjen PBB: Indonesia Berpotensi jadi Episentrum Pengembangan AI Kawasan ASEAN