
Wakil Ketua Umum ATSI Merza Fachys | Foto : Cyberthreat.id/ Eman Sulaeman
Wakil Ketua Umum ATSI Merza Fachys | Foto : Cyberthreat.id/ Eman Sulaeman
Cyberthreat.id – Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Merza Fachys, mengatakan, saat ini baru 49,35 persen wilayah di Indonesia yang terjangkau jaringan 4G.
Ia mengatakan, wilayah yang belum teraliri jaringan 4G biasanya jauh dari aktivitas bisnis. Namun, jika dilihat dari segi demografis, jumlah pengguna 4G memang sudah menjangkau 91 persen penduduk Indonesia.
"Kalau dilihat secara geografis belum menjangkau semua wilayah Indonesia, terutama di Indonesia Bagian Timur,” kata Merza dalam acara “PANDI Meeting 11”, Rabu (26 Agustus 2020).
Untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), menurut Merza, butuh investasi yang cukup besar. Terlebih saat ini masih ada 12.500 desa yang belum terhubung internet dan jaringan 4G. Provinsi Papua dan sekitarnya menjadi wilayah yang paling banyak belum terkoneksi, sedikitnya 4.000 desa belum terkoneksi internet.
Ia mengatakan, untuk membangun menara pemancar sinyal di Papua, misalnya, butuh dana sebesar Rp 1 miliar. Namun, menurut dia, ATSI akan tetap berupaya membangun menara pemancar sinyal untuk menyediakan jaringan 4G di daerah 3T dan lainnya.
Di sisi lain, Merza juga menyinggung terkait transformasi digital yang digaungkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, pandemi Covid-19 menjadi peluang untuk meningkatkan tranformasi digital di Indonesia.
Oleh karenanya, untuk mendukung tranformasi digital ini, infrastruktur telekomunikasi penting dtingkatkan secara cepat dan efisien.
Ada beberapa hal yang perlu didorong untuk mendukung transformasi digital, menurut Merza, antara lain:
Redaktur: Andi Nugroho
Share: