IND | ENG
Ini Saran BSSN untuk Pelaku UKM Online

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Ini Saran BSSN untuk Pelaku UKM Online
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Senin, 24 Agustus 2020 - 17:03 WIB

Cyberthreat.id – Kasubdit Proteksi Informasi Perdagangan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Baderi, mengatakan, Indonesia saat ini menjadi pasar terbesar perniagaan elektronik (niaga-el) di Asia Tenggara.

Namun, pertumbuhan ekonomi digital ini harus dibarengi dengan kesadaran keamanan siber (cybersecurity).

Sebab, kata Baderi, Data Breach Investigation Report (2019) yang dikeluarkan Verizon, perusahaan telekomunikasi, menyebutkan, sebanyak 43 persen UKM menjadi target dari serangan siber.

Lalu, hanya 14 persen yang mampu memitigasi dari serangan siber yang diderita. Bahkan, 60 persen bisinis kecil mengalami kebangkrutan setelah enam bulan menderita insiden siber.


Berita Terkait:


"Untuk itu, sangat penting bagi para pelaku UKM memahami soal keamanan siber dan menjaga keamanan informasinya," ujar Baderi dalam sedaring bertajuk “Bimbingan Teknis Penerapan Keamanan Informasi E-Commerce Bagi Pelaku UKM” yang digelar melalu platform lokal Jumpa.id, Senin (24 Agustus 2020).

Dalam catatan BSSN, kata dia, sejumlah seragan siber yang menargetkan pelaku UKM di Indonesia, seperti defacement attack, pencurian data, serangan Cross-site scripting (XXS), phishing, DDoS, ransomware, malware, SQL Injection, dan insider attack.

Untuk memberikan pemahaman soal keamanan informasi, Baderi mengatakan, BSSN telah membuat Pedoman Manajemen Keamanan Informasi (Paman Kami) yang sederhana.

“Paman Kami” ini telah disesuaikan dengan para pelaku UKM yang baru mulai, merintis, atau mengembangkan ekonomi online.

Berikut hal-hal yang bisa diterapkan oleh para pelaku UKM untuk melindungi perangkatnya dari berbagai ancaman siber:

  • Menginstal aplikasi antivirus dan perbarui secara teratur
  • Aktifkan pembaruan secara otomatis pada antivirus
  • Jalankan pemindaian secara periodik terhadap virus, spyware dan konten berbahaya lainnya
  • Terapkan pembaruan tambalan (patch) perangkat lunak yang dipakai
  • Menggunakan autentikasi dua langkah (bisa menggunakan PIN atau biometrik)
  • Menggunakan kata sandi yang kuat dan diganti secara periodik
  • Gunakan kata sandi yang berbeda untuk tiap akun
  • Melakukan cadangan data penting dan pastikan dapat dikembalikan lagi
  • Hindari menggunakan jaringan internet wi-fi publik gratis
  • Aktifkan berbagai fitur kemanan pada browser.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#bssn   #ukm   #keamanansiber   #ancamansiber   #ukmgodigital   #akhmadtoha   #serangansiber   #pelakuukm

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
BSSN dan Bank Riau Kepri Syariah Teken Kerja Sama Perlindungan ITE
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal