
Pemimpin Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro | Foto: kabarpapua.co
Pemimpin Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro | Foto: kabarpapua.co
Cyberthreat.id – Pemimpin Redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro menjelaskan aksi peretas yang mengacak-acak sejumlah artikel berita yang dipublikasikan.
“Setidaknya ada delapan kali mereka merusak artikel Tirto,” ujar Sapto ketika berbincang dengan Cyberthreat.id, Minggu (23 Agustus 2020).
Sejauh ini, Tirto.id belum mengetahui siapa peretas yang melakukan serangan tersebut.
Namun, menurut Sapto, perusahaan secara resmi telah meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum Pers terkait dengan proses hukum.
“Aksi penyerangan di sini tidak seperti di negara-negara lain. Jika di luar negeri, biasanya penyerang meninggalkan jati diri atau pesan, sehingga bisa berkomunikasi. Namun, di sini pelakunya tidak gentleman,” ujar Sapto.
“Jadi harapan kami ya gentleman-lah. Media juga sangat menerima masukan dan informasi dari berbagai sumber,” Sapto menambahkan.
Baca:
Sebelumnya, di akun Twitter-nya (@fahrisalam), Redaktur Utama Tirto.id, Fahri Salam menjelaskan, salah satu artikel yang diretas dan dihapus setelah dirilis pada 20 Agustus 2020. Artikel tersebut berjudul “Soal Obat Corona: Kepentingan BIN & TNI Melangkahi Disiplin Sains”.
“Tim IT Tirto memulihkan pada Jumat dini hari (21/8). Lalu dhilangkan lagi pada Jumat pagi. Kami pulihkan lagi setelahnya. Lalu, artikelnya diacak-acak dan diubah. Kita pulihkan kembali,” tulis Fahri pada Sabtu (22 Agustus).
Fahri menerima laporan dari pembaca bahwa artikel tersebut sempat berubah menjadi “Atasi Sembelit pada Bayu, Penyebabnya Bisa Karena MPASI”.
“Yang meretas kok nggak kenal libur sih? Negara sudah memberi libur sejak Kamis 20/8, eh peretas malah bikin repot wartawan—yang tentu saja butuh libur panjang ini J,” tulis Fahri.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: