
Ilustrasi | Foto: Singapore Business Review
Ilustrasi | Foto: Singapore Business Review
Cyberthreat.id - Development Bank of Singapore (DBS) bekerja sama dengan AWS akan melatih 3000 Karyawan dengan kemampuan dasar dalam penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).
Pelatihan AI dan ML ini akan dibuat dalam sebuah model liga mobil balap. Setiap peserta diwajibkan untuk memprogram mobil balap otonom sendiri, mengubah model, hingga menguji mobil mereka sendiri.
Pelatihan diberikan dalam bentuk tutorial online yang berlangsung di platform cloud Amazon Web Services (AWS). Program diikuti oleh staf DBS hingga tim kepemimpinan senior. Target DBS pada akhir tahun ini adalah memiliki karyawan yang menguasai AI dan ML.
"Nantinya, mobil balap model otonom yang dibuat oleh karyawan akan diunggah ke dalam lingkungan balap virtual yang disebut DBS x AWS DeepRacer League," kata perwakilan bank DBS dilansir ZDNet, Senin (17 Agustus 2020).
Bulan Mei lalu, Direktur teknologi dan operasi eksekutif DBS, Ray Goh, memenangkan Acara virtual AWS DeepRacer League F1 ProAm. Bersama dengan enam karyawan lainnya, Ray Goh memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam AWS DeepRacer Championship Cup yang akan diadakan di Las Vegas akhir tahun ini.
Kepala data dan transformasi DBS, Paul Cobban, mengatakan perusahaannya menyadari kebutuhan untuk tetap berada di depan kurva teknologi agar mampu melebihi harapan pengguna layanan DBS.
"Kami sangat percaya pada demokratisasi keahlian teknologi di antara semua karyawan, sehingga mereka dapat berjalan bersama perusahaan saat kami maju dalam transformasi digital secara bersama-sama," kata Cobban.
Dalam beberapa tahun terakhir DBS telah memanfaatkan penggunaan otomasi dan AI untuk mengatasi inefisiensi dan lebih preemptive dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Misalnya digitalisasi dan perampingan pemrosesan kredit untuk memfasilitasi manajemen risiko kredit tingkat lanjut menggunakan analisis data dan ML. DBS juga menggunakan AI untuk merekomendasikan opsi digital layanan mandiri berdasarkan jejak digital pelanggan ritelnya.
Regulator industri Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah mengumumkan rencana investasi senilai SG $ 250 juta ($ 182,1 juta) untuk tiga tahun ke depan guna mendorong inovasi teknologi di sektor inovasi industri fintech dengan fokus tambahan pada AI. Misalnya jumlah pendanaan maksimum untuk proyek AI yang memenuhi syarat akan didorong hingga SG $ 1,5 juta, dari batas sebelumnya SG $ 1 juta. []
Redaktur: Arif Rahman
Share: