IND | ENG
Israel Klaim Gagalkan Serangan Siber ke Industri Pertahanannya

Ilustrasi

Israel Klaim Gagalkan Serangan Siber ke Industri Pertahanannya
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:30 WIB

Cyberthreat.id - Israel mengklaim telah berhasil menggagalkan serangan siber yang menargetkan perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan negara itu.

Dilansir dari Security Week, pernyataan itu datang dari Kementerian Pertahanan Israel pada Rabu (12 Agustus 2020).

"Serangan dunia maya diidentifikasi secara real time, dan berhasil digagalkan. Tidak ada bahaya atau gangguan yang disebabkan oleh serangan itu," ungkap kementerian Pertahanan Israel.

Kementerian pertahanan mengatakan, dalam insiden ini para penyerang menyamar sebagai manajer, CEO, dan pejabat terkemuka di departemen SDM dan menghubungi karyawan industri pertahanan terkemuka di Israel. Mereka bahkan menyamar sebagai perekrut personel dan berusaha mengelabuhi karyawan dengan menawarkan peluang kerja yang menguntungkan.

"Dalam prosesnya, mereka berusaha meretas komputer karyawan dan mengumpulkan informasi keamanan sensitif."

Banyak pihak meyakini serangan siber ini dilakukan oleh kelompok APT yang disponsori oleh negara, Lazarus. Lazarus merupakan salah kelompok peretasan yang disponsori oleh Korea Utara.

Sayangnya, Kementerian Pertahanan Israel hanya memberikan informasi serangan, tanpa menyebut negara asal penyerang. Tidak disebutkan pula kapan percobaan serangan terjadi dan perusahaan mana yang menjadi target.

Lazarus Group telah dikenal pihak berwenang selama bertahun-tahun dan mendapat sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2016. Lazarus dituduh berada di balik serangan WannaCry pada tahun 2017 yang memengaruhi sekitar 300.000 komputer di seluruh dunia termasuk di AS, Kanada, dan Selandia Baru.

Pada bulan Maret, Departemen Keuangan AS memberi sanksi kepada dua warga negara Tiongkok dan menuduh mereka bekerja dengan Lazarus Group yang disponsori Korea Utara. Mereka dituding meretas platform pertukaran mata uang kripto yang tidak disebutkan namanya pada April 2018, dan mencuri US$ 250 juta dari sana. Namun, departemen Keuangan AS mengatakan itu terkait dengan Biro Umum Pengintaian, badan intelijen utama Pyongyang.

September lalu, Washington mengeluarkan sanksi terhadap tiga entitas Korea Utara yang dituduh melakukan serangan dunia maya, termasuk Lazarus Group, yang terlibat dalam pencurian sekitar $ 80 juta dari bank sentral Bangladesh.

Selain itu, Lazarus juga diyakini merupakan kelompok yang berada di balik serangan pada sistem kesehatan publik Inggris, yang menyebabkan rumah sakit hampir ditutup dan ribuan pasien ditolak, dan merugikan pemerintah lebih dari US$ 112 juta.[]

Editor: Yuswardi A. Suud

#serangansiber   #israel   #lazarus   #koreautara

Share:




BACA JUGA
Serangan siber di Rumah Sakit Ganggu Pencatatan Rekam Medis dan Layanan UGD
Hacker Pro Palestina Klaim Retas Data Puluhan Perusahaan Israel
Malware Pierogi++, Gaza Cyber Gang Targetkan Entitas Palestina
Peretas Terkait Iran Membocorkan Dokumen dari Rumah Sakit Israel
Grup Lazarus Korea Utara Hasilkan Rp 46,6 Triliun dari Peretasan Mata Uang Kripto