IND | ENG
Hoaks BIN dan Zona Hitam DKI, Analis: BIN Tanggung Jawab ke Presiden, Bukan ke Publik

Ilustrasi | Foto: Istimewa

Hoaks BIN dan Zona Hitam DKI, Analis: BIN Tanggung Jawab ke Presiden, Bukan ke Publik
Arif Rahman Diposting : Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:59 WIB

Cyberthreat.id - Analis keamanan dan intelejen Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta menilai hoaks yang mengatasnamakan Badan Intelejen Negara (BIN) memang bertujuan membuat panik masyarakat. BIN sebagai lembaga negara hanya bertanggung jawab kepada presiden sebagai end user. Jika ada informasi yang diungkap ke publik oleh BIN, itu dipastikan hoaks.

"Memang tujuannya untuk bikin panik," kata Stanislaus kepada Cyberthreat.id, Rabu (12 Agustus 2020).

Sebelumnya sempat beredar video maupun gambar di media sosial yang viral menyatakan wilayah DKI Jakarta telah masuk zona hitam Corona. Menurut Stanislaus, jika masyarakat percaya tentu akan menimbulkan ketakutan. Apalagi, gelombang informasi yang begitu deras di media sosial sangat mudah untuk dibelokkan.

Selain itu, tidak tertutup kemungkinan terdapat pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan di air keruh jika masyarakat panik.

Indonesia, kata dia, akan menghadapi kontestasi Pilkada dan sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 sehingga pesan-pesan negatif di media sosial bisa dimanfaatkan kelompok tertentu.

"Sebetulnya ada dua senjata yang ampuh saat ini merusak sebuah negara, misalnya yang sedang Pilkada atau Pilpres (di AS). Itu hoaks dan politik identitas bisa digunakan sebagai senjata," ujarnya.

Terpisah, Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Purwanto, menegaskan bahwa konten hoaks terkait BIN di media sosial tidak benar dan lembaganya tidak pernah menerbitkan zona hitam tersebut.

"Bukan dari BIN, itu hoaks," tegas Wawan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, juga membantah seluruh DKI Jakarta telah masuk zona hitam Covid-19. Ia mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hanya memetakan empat kategori zona wilayah terkait penyebaran Covid-19, yakni zona hijau, zona oranye, zona kuning, dan zona merah.

Sedangkan foto dan video yang viral di media sosial menggambarkan peta Jakarta berwarna hitam seluruhnya.

"Mohon maaf, informasi tersebut adalah hoaks," tulis Riza di akun Twitternya @BangAriza, Rabu, 12 Agustus 2020.[]

#Hoaks   #disinformasi   #mediasosial   #bin   #pilkada   #kontennegatif

Share:




BACA JUGA
Jaga Kondusifitas, Menko Polhukam Imbau Media Cegah Sebar Hoaks
Menteri Budi Arie Apresiasi Kolaborasi Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan
Peningkatan Malware Raspberry Robin dengan Penyebaran Discord dan Eksploitasi Baru
Butuh Informasi Pemilu? Menteri Budi Arie: Buka pemiludamaipedia!
Agar Tak Jadi Korban Hoaks, Menkominfo: Gampang, Ingat BAS!