IND | ENG
16 Pengiklan Terbesar Dunia Tekan Facebook, Ada Apa?

Ilustrasi. | Foto: freeimages.com

16 Pengiklan Terbesar Dunia Tekan Facebook, Ada Apa?
Nemo Ikram Diposting : Selasa, 18 Juni 2019 - 22:01 WIB

London, Cyberthreat.id - Enam belas pengiklan terbesar di dunia telah bergabung untuk menekan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube Google agar berbuat lebih banyak menangani konten berbahaya dan palsu di internet.

“Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab juga akan mencakup agen pembelian media dari grup iklan utama - WPP, IPG, Publicis, Omnicom, dan Dentsu - serta pemilik platform,” kata grup itu pada Selasa di pertemuan tahunan industri iklan di Cannes, Prancis , sebagaimana ditulis Reuters.com, Selasa (18 Juni 2019)

Luis Di Como, wakil presiden eksekutif media global di Unilever, mengatakan ini adalah pertama kalinya semua pihak industri bersama-sama mengatasi masalah yang memiliki konsekuensi yang jauh untuk masyarakat.

"Ketika tantangan industri tumpah ke masyarakat, menciptakan perpecahan dan menempatkan anak-anak kita dalam bahaya, kita semua harus bertindak," katanya. “Mendirikan aliansi ini adalah langkah besar menuju membangun kembali kepercayaan pada industri dan masyarakat kita.”

Dia mengatakan kelompok itu awalnya akan fokus pada konten yang berbahaya bagi masyarakat, seperti terorisme.

Pemilik platform telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah, katanya, tetapi fokus mereka lebih reaktif - menangani konten setelah muncul - daripada proaktif.

“Aliansi akan bekerja bersama mengembangkan proses dan protokol untuk melindungi orang dan merek,” katanya.

Pemilik merek lain dalam aliansi ini termasuk Adidas, Danone, Diageo, Mondelez International, Nestle dan Procter & Gamble.[]

#facebook   #youtube   #google   #twitter   #iklan   #dentsu   #adidas   #nestle

Share:




BACA JUGA
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Malware Menggunakan Eksploitasi MultiLogin Google untuk Pertahankan Akses Meski Kata Sandi Direset
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes