
Tampilan Instagram Reels | Foto: Facebook
Tampilan Instagram Reels | Foto: Facebook
Cyberthreat.id - Facebook berencana meluncurkan Instagram Reels bulan depan. Reels disebut-sebut sebagai saingan Tiktok yang telah dikembangkan serius oleh Facebook setahun terakhir. Instagram Reels merupakan platform video klip pendek interaktif untuk bermusik.
Aplikasi ini sangat mirip dengan TikTok dan sangat populer di kalangan remaja dan penduduk dewasa AS. Saat ini pengujian Reels sedang berlangsung di Perancis, Jerman, Brasil dan India.
Untuk pasar AS, platform Reels rencananya akan diluncurkan awal Agustus. Aplikasi ini juga akan dirilis di Inggris, Jepang, Meksiko, dan 50 negara lainnya. Peluncuran ini beriringan dengan semakin getolnya pemerintahan Presiden Donald Trump yang telah menyatakan keinginannya untuk memblokir TikTok.
"Berbagai komunitas di negara uji kami telah menunjukkan begitu banyak kreativitas dalam bentuk video pendek. Dan kami telah mendengar dari para content creator dan orang-orang di seluruh dunia bahwa mereka juga ingin memulai (Reels)," kata Juru Bicara Facebook yang diberitakan USA Today, Senin (20 Juli 2020).
Facebook meyakini aplikasi Instagram Reels akan mejadi rumah bagi banyak fitur pengeditan video, dan terhubung langsung ke Instagram. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk berbagi produk menjadi sebuah cerita.
Facebook mengatakan akun Instagram pengguna bersifat publik, video dapat muncul di bagian Jelajahi aplikasi sehingga pengguna juga dapat memposting Reels yang diedit di profil mereka.
Facebook juga menegaskan bahwa Instagram Reels tidak sama dengan TikTok karena aplikasi ini diluncurkan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Durasinya juga lebih sedikit daripada Tiktok, yakni selama 15 detik .
Peluncuran Reels merupakan salah satu cara terbaru untuk melemahkan TikTok karena platform yang bermarkas di Beijing itu sedang menghadapi pengawasan dari pemerintah AS tentang cara penanganan data pengguna.
Pemerintah AS memang tengah mencari cara untuk melarang TikTok di kawasan Amerika dikarenakan masalah keamanan siber nasional. Salah satunya dengan melarang personal Angkatan Laut dan personil militer lainnya untuk mengunduh aplikasi TikTok pada smartphone yang dikeluarkan pemerintah. []
Redaktur: Arif Rahman
Share: