
Zoom | Foto: Zoom.us
Zoom | Foto: Zoom.us
Cyberthreat.id – Diskusi daring yang diselenggarakan oleh lembaga swadaya masyarakat Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pada Minggu (19 Juli 2020) diserang “Zoombombing”.
Zoombombing adalah istilah yang merujuk pada insiden gangguan dari peserta dalam sebuah pertemuan Zoom. Perusuh atau pembuat onar tersebut dikenal dengan zoombomber.
Dalam diskusi bertajuk “Keamanan Siber Teknologi Pilkada 2020” yang memakai aplikasi Zoom itu, gangguan dari perusuh muncul ketika anggota Bawaslu RI, M. Afifuddin memberikan penjelasan tentang keamanan dan serangan siber pada penggunaan teknologi di Pilkada 2020.
Gangguan yang muncul tersebut berupa coretan-coretan yang menunjukkan sketsa mirip alat kelamin. Selain itu, muncul juga suara desahan perempuan yang menyebabkan dihentikannya sementara diskusi.
Baca:
Menurut Perludem, gangguan tersebut berasal dari peserta yang menggunakan nama-nama dari luar negeri. "Tadi yang nge-Zoombombing, ID-nya iPhone 8," tutur admin diskusi.
Setelah kejadian itu pelaku dikeluarkan sebagai peserta dan diskusi kembali dilanjutkan.
Tangkapan layar gangguan dalam diskusi bertajuk "Keamanan Siber Teknologi Pilkada 2020" yang digelar Perludem, Minggu (19 Juli 2020). | Foto: Cyberthreat.id/Tenri Gobel
Namun, gangguan serupa kembali terjadi saat Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Setiadi Yazid, memberikan penjelasan tentang Transparansi dan Keamanan Siber Pilkada.
Gangguan kali ini berupa suara atau lagu yang menggunakan bahasa Arab. Namun, admin segera mengeluarkan pelaku dari ruang diskusi.
Diskusi daring ini diisi oleh Anggota KPU RI Viryan Aziz, Anggota Bawaslu M. Afifuddin, Dosen Fasilkom UI Setiadi Yazid, dan Peneliti Perludem Nurul Amalia.[]
Share: