IND | ENG
Buronan Joko Tjandra Bikin KTP, Dirjen Dukcapil Pakai Facial Recognition dan Minta Data DPO

Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh,

Buronan Joko Tjandra Bikin KTP, Dirjen Dukcapil Pakai Facial Recognition dan Minta Data DPO
Yuswardi A. Suud Diposting : Senin, 13 Juli 2020 - 18:00 WIB

Cyberthreat.id - Djoko Tjandra bikin geger. Bagaimana tidak, dalam statusnya sebagai buron sejak 2009 dalam kasus hak tagih atau cessie Bank Bali yang merugikan negara Rp940 miliar, Djoko Tjandra tiba-tiba muncul di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta, untuk bikin KTP elektronik.

Pertanyaan pun merebak: bagaimana bisa seorang buronan membuat KTP dan selesai dalam waktu cepat? Benarkah itu Djoko Tjandra yang asli?

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Prof Dr Zudan Arif  Fakrulloh,mengatakan pihaknya sudah turun langsung ke Kelurahan Grogol Selatan dan menemukan bahwa pembuatan KTP atas nama Djoko Sugiarto Tjandra dilakukan seperti melayani warga lainnya. Sebab, kata dia, pihaknya tidak memegang data Daftar Pencarian Orang (DPO) dari kepolisian.

"Kalau ada DPO, ada buron, kasih tahu kami di Dukcapil, sehingga kami bisa memasukkan ke dalam sistem. Dengan begitu, siapa pun nanti yang jadi DPO, dia tidak bisa mengubah datanya," kata Zudan Arif dalam acara ILC yang tayang di TV One, diakses Senin (13 Juli 2020).

Dengan adanya data DPO di Dikcapil, kata Zudan, bisa didorong menjadi satu sistem terintegrasi yang disebut Integrated Criminal Justice System.

Menurut Zudan, saat ini Dukcapil melayani 267 juta warga Indonesia di 7.000 kecamatan dengan pegawai lebih dari 60 ribu orang. Karena itu, kata dia, tanpa data DPO dari kepolisian, sulit untuk mendeteksinya.

"Dulu saat KTP lama selesai, kami disalahkan, sekarang saat KTP bisa cepat, disalahkan lagi," kata Zuldan mengutip diskusi di grup WhatsApp internal Dukcapil.

Terkait penyelesaian KTP Djoko Tjandra yang disebut-sebut cepat selesai, Zudan mengatakan berdasarkan rekaman log di sistem Dukcapil, Tjoko Tjandra melakukan perekaman data pukul 07.27 WIB dan selesai pukul 08.46 WIB atau 1 jam 19 menit.

"Semua proses terekam dalam sistem adminduk kita. siapa operatornya, jam berapa, paswordnya, itu termonitor. Kalau Djoko Tjandra menyelesaikan dalam waktu 1 jam 19 menit, bagi kalangan dukcapil itu biasa-biasa saja," kata Zudan.

Menurutnya, dari 889.521 KTP elektronik yang dibuat pada Juni 2020, sekitar 28,94 persen (sebanyak 257.477 keping) selesai di bawah 1 jam.

"Jadi tidak ada yang luar biasa dalam pelayanan yang dilakukan di Grogol Selatan," tambahnya.

Terkait kecurigaan benar tidaknya itu Djoko Tjandra yang asli, Zudan mengatakan pihaknya juga mendapat pertanyaan serupa dari penegak hukum.

Untuk memastikan kebenarannya, kata dia, Dukcapil menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recignition).

"Caranya, kami mencari foto Djoko Tjandra di Google dan dimasukkan ke sistem, lalu keluar data KTP Djoko Tjandra. Itu kita lakukan sampai lima kali dengan foto berbeda, namun hasilnya tetap sama," kata Zudan.

Itu sebabnya, kata dia, pihaknya meyakini yang datang membuat KTP itu adalah Djoko Tjandra yang asli karena level kemiripannya mencapai level 100 persen.

Karena itu, sekali lagi, Zudan meminta agar pihaknya diberikan data orang-orang yang masuk dalam daftar DPO.

"Boleh gak kami Dukcapil meminta data burunan DPO agar kita bisa membenahi keseluruhan sistem," tambah Zudan.

Saat ini, kata Zudan, big data di Dukcapil sudah terbangun, by name dan by adress (alamat). Saat ini, kata dia, ada 2.300 lembaga yang menjalin kerjasama dengan Dukcapil, termasuk 1.000 lebih perbankan dan lembaga keuangan untuk memverifikasi data.[]

#djokotjandra   #dukcapil   #kependudukan

Share:




BACA JUGA
Kolaborasi Pacu IKD untuk Transformasi Layanan Digital
Wapres Ma'ruf Amin Minta KTP Digital Dipercepat
Jangan Sekali-kali Unggah Foto Selfie KTP di Medsos, Ini Bahayanya
Lama Tunggu KTP-el Dicetak? Warga Jakarta dan Kota Bogor Kini Bisa Aktifkan Versi Digital Loh
Kementerian Kominfo Investigasi Dugaan Kebocoran 1,3 Miliar Data SIM Card