
Jejak Digital Febriansyah Puji Handoko
Jejak Digital Febriansyah Puji Handoko
Jakarta, Cyberthreat.id - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akhirnya menangkap Febriansyah Puji Handoko (FPH), pegawai outsourcing di Grapari Telkomsel Rungkut, Surabaya, pada Kamis siang (9 Juli 2020). Dia ditangkap lantaran menyalahgunakan kewenangan sebagai pegawai Telkomsel untuk mengakses data pribadi Denny Siregar dari database pelanggan Telkomsel.
Menurut polisi, data tersebut kemudian difoto dan dikirim lewat direct messege ke pemilik akun Twitter @opposite6891 pada 4 Juli 2020. Oleh @oppsite6891, data itu kemudian disebarkan.
Data pribadi Deny Siregar itu disebar tak lama setelah Denny dilaporkan ke polisi karena sebuah cuitannya yang mengunggah foto anak-anak yang mengenakan ikat kepala bertulisan kalimat tauhid yang dibawa orang tuanya dalam demo menentang RUU Haluan Ideologi Pancasila.
"Adek2ku calon teroris yang abang sayang..," tulis Denny.
Dalam tulisannya, Denny menyorot pelibatan anak-anak dalam demonstrasi dan menyebutnya sebagai bentuk doktrin dari "kebodohan" orang tuanya.
Karena unggahan itu, Denny Siregar dilaporkan oleh Forum Mujahid Tasikmalaya ke Polres Kota Tasikmalaya.
Menurut Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol, motif penyebaran data pribadi Denny Siregar oleh FPH lantaran "yang bersangkutan tidak menyukai DS karena pernah di-bully oleh akun medsos teman-teman DS."
Selain itu, kata Reinhard, tersangka secara pribadi simpati dengan @Opposite6891.
Berdasarkan ekspose kasus oleh polisi, FPH adalah pemilik akun Twitter @Brians_AFC dengan nama Fe.
Penelusuran Cyberthreat.id, akun tersebut kerap mengunggah atau me-retweet hal-hal yang berseberangan dengan pemerintah.
Ketika muncul dugaan bahwa data pribadi Denny Siregar berasal dari internal Telkomsel, akun @Brians_AFC beberapa kali mencoba menggiring opini publik dengan mengunggah atau me-retweet postingan yang membantah dugaan tersebut.
Pada 6 Juli 2020, misalnya, akun tersebut menyatakan heran mengapa Telkomsel yang disalahkan atas kebocoran data Denny Siregar.
"Gw heran sama warga kolam, sok2an ikut nyalah2in @telkomsel, padahal jujur aja kalo kalian suka yg kayak 3, Axis, dkk. Bahkan gak jarang dan gak sedikit yg suka numpang wifi warkop. Gitu kok lagaknya kek pake telkomsel sendiri aja," tulis @Brians_AFC.
"Anehnya lagi itu Om opposite buka data bahkan dr email dan provider XL, tp semua kesalahan dilimpahkan ke Telkomsel, kek ada upaya pembusukan kpd Telkomsel. Atau emang mau cari duit kek abu janda ugm tuntut FB 1T," tambahnya.
Sehari sebelumnya, ketika Denny Siregar "menantang" untuk mampir jika alamat rumahnya benar, FPH menulis,"Giliran ketauan mewek2 ke telkomsel sama kominfo."
Pada 7 Juli, ketika Denny mengunggah cuitan yang mempersilakan datanya dibongkar, akun tersebut merespon dengan mengatakan,"Ini bukti bahwa siapa pun harusnya tidak boleh dituntut oleh Densi karena dia sendiri udah kasih izin buat bongkar data dia."
Pada tanggal 9 Juli, bertepatan dengan hari penangkapannya, akun @Brians_AFC mengatakan ingin beristirahat dulu darii Twitter.
"Sepertinya saya sedikit lelah dg perpolitikan Indonesia yg setiap hari gaduh namun tidak ada yg bergerak/menggerakkan untuk melakukan aksi nyata. Mungkin lebih baik istirahat dulu dr TL. Sekalian fokus ke kerjaan yg lagi menguras tenaga dan pikiran. Bagi yg ada perlu WA aja," tulisnya.
Postingan itu kemudian direspon oleh sejumlah netizen pendukung Denny Siregar dengan mengucapkan selamat beristirahat di penjara.
Nama Febriansyah Puji Handoko tercatat sebagai alumni program studi Teknik Informatika di Politeknik Kota Malang lulusan tahun 2015 seperti tercantum di laman sindikker.ristekdikti.go.id, diakses Jumat malam (10 Juli 2020). []
Share: