IND | ENG
Ada File Tak Bisa Dihapus di Ponsel? Waspada Aktivitas Malware Berbahaya

Ilustrasi: Adware | Foto: MalwareByte Labs

Ada File Tak Bisa Dihapus di Ponsel? Waspada Aktivitas Malware Berbahaya
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Selasa, 07 Juli 2020 - 17:37 WIB

Cyberthreat.id - Pengguna ponsel terus-menerus menjadi target serangan file-file berbahaya yang tidak dapat dihapus. Penelitian terbaru menyatakan 14,8% pengguna Kaspersky yang ditargetkan oleh malware atau adware selama tahun 2019, memiliki kemungkinan ditargetkan oleh file-file berbahaya ini.

Menurut para peneliti, infeksi partisi sistem ini sangat berbahaya karena solusi keamanan tidak dapat menghapus file-file tersebut. Penyebabnya karena mereka tidak dapat mengakses direktori sistem. File ini dapat berupa adware yang menampilkan banyak iklan dan sangat menganggu hingga menguras baterai.

Infeksi ini bisa terjadi karena file mendapatkan akses root pada perangkat dan menginstal adware di partisi sistem - atau dalam beberapa kasus - adware sudah diinstal pada perangkat sebelum mencapai konsumen.

Penelitian Kaspersky juga menemukan bahwa risiko file-file tersebut diinstal pada perangkat seluler bervariasi dari 1% hingga 5% pada perangkat berbiaya rendah, kemudian risikonya naik hingga 27% dalam kasus ekstrem.

Tingkat ancaman dari program jahat ini sangat bervariasi, mulai dari Trojan yang dapat menginstal dan menjalankan aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna, hingga hanya membuat pengguna terkena iklan yang mengganggu (adware).

Para peneliti juga menambahkan bahwa beberapa vendor mengaku menanamkan adware di smartphone mereka, yang mengurangi biaya perangkat kepada konsumen.

Igor Golovin, peneliti keamanan Kaspersky, mengungkapkan analisis mereka menunjukan pengguna ponsel tidak hanya secara teratur diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka mungkin juga berisiko bahkan sebelum mereka membelinya.

"Beberapa pemasok perangkat seluler ingin memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat. Bahkan jika alat tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat," ungkap Golovin dilansir Info Security Magazine, Senin (6 Juli 2020).

Bagi Golovin bukanlah tren yang baik bagi keamanan maupun kegunaan. Ia menyarankan pengguna agar lebih melihat dengan cermat model smartphone yang ingin dibeli dan memperhitungkan risikonya.

"Pada akhirnya yang menjadi pilihan, antara perangkat yang lebih murah atau yang lebih ramah pengguna," ujarnya. []

Redaktur: Arif Rahman

#Kaspersky   #Malware   #direktori   #filetakbisadihapus   #adware   #Trojan   #datapribadi   #spyware

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Paket PyPI Tidak Aktif Disusupi untuk Menyebarkan Malware Nova Sentinel