
Ketua DPR Bambang Soesatyo | Foto: Instagram
Ketua DPR Bambang Soesatyo | Foto: Instagram
Jakarta, Cyberthreat.id - Ketua DPR Bambang 'Bamsoet' Soesatyo menyebut anak muda sebagai kunci digitalisasi dan otomatisasi perekonomian ke depan. Ia mengimbau pemerintah mengambil langkah konkret mempersiapkan generasi yang siap kuantitas maupun kualitas menghadapi persaingan.
Dampak digitalisasi dan otomatisasi telah dirasakan perekonomian Tanah Air pada pasar tenaga kerja. Bamsoet mencontohkan bagaimana ribuan tenaga kerja tersingkir akibat penerapan e-toll.
"Kini, ribuan orang itu tak terlihat lagi setelah diterapkannya pola bayar e-toll," kata Bamsoet dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu 16 Juni 2019.
Contoh lainnya adalah di sektor Perbankan. Beberapa tahun lalu, kata dia, banyak pekerjaan yang masih dikerjakan oleh keterampilan manusia. Kini, hampir semua bidang diganti dengan sistem kerja komputer dan layanan online.
"Sekarang kita tidak lagi mendatangi loket penjualan tiket karena pemesanan cukup melalui online. Begitu banyak petugas penjual tiket kehilangan pekerjaan," ujarnya.
Secara ilmiah, Bamsoet merujuk sejumlah penelitian organisasi maupun institusi terkait konsekuensi digitalisasi dan otomatisasi. Misalnya World Economic Forum yang beberapa tahun lalu mengingatkan negara-negara menghadapi digitalisasi global.
Kemudian kajian Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang memperkirakan sedikitnya 75 juta pekerjaan akan hilang. Kajian lainnya menyebutkan sekitar 50 juta peluang kerja di Indonesia akan hilang.
"Diperlukan inisiatif baru. Apa itu? inisiatif yang diarahkan kepada remaja atau anak-anak muda, di sekolah maupun kampus perguruan tinggi."
Bamsoet juga mengingatkan pentingnya literasi digital misalnya tentang pekerjaan atau profesi yang akan kadaluarsa di tahun mendatang. Sebaliknya, pekerjaan atau profesi apa saja yang dibutuhkan pasar juga diliterasikan ke publik.
Apalagi Indonesia akan menghadapi bonus demograsi dalam satu dasawarsa ke depan. Bonus demografi adalah suatu kondisi di mana banyaknya tenaga kerja produktif dalam komposisi penduduk terutama anak-anak muda.
"Khususnya pada era Industri 4.0 dan seterusnya," tegas dia.
Terakhir, Bamsoet meminta lembaga terkait seperti Bappenas bersama Kemenristek Dikti untuk terus melakukan kajian yang terus dipublikasikan ke sekolah dan universitas secara intensif untuk membangkitkan kesadaran dan memotivasi anak muda.
Share: