
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Pernah menyimpan foto pribadi Anda di email? Awas, pekerja nakal di perusahaan tempat Anda membuat email bisa saja mencurinya seperti yang dilakukan Reyes Daniel Ruiz, mantan pekerja Yahoo.
Dilansir dari ZDnet, Senin (6 Juli 2020), pria berusia 34 tahun itu baru saja dijatuhi hukuman lima tahun masa percobaan dan menjalani tahanan rumah karena meretas akun pribadi lebih dari 6.000 pengguna Yahoo Mail untuk mencari gambar dan video telanjang yang disimpan di email.
Pria bernama Reyes Daniel Ruiz itu hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk bekerja, menghadiri kegiatan keagamaan, urusan medis, atau kewajiban terkait pengadilan.
Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh ZDnet, hakim juga memerintahkan pria asal California itu untuk membayar denda US$ 5.000 dan US$ 118.456 sebagai ganti rugi kepada Yahoo (sekarang Oath).
Ruiz melakukan kejahatannya saat bekerja di Yahoo sebagai insinyur antara 2009 dan Juli 2019.
Dokumen pengadilan mengatakan Reyes menggunakan aksesnya ke backend Yahoo untuk mendapatkan akses ke kata sandi yang masih dilindungi dengan hash, dan memecahkan string kata sandi untuk mengakses akun Yahoo Mail wanita muda, termasuk teman-teman pribadi dan rekan kerja.
Setelah mendapatkan akses ke akun, Ruiz mencari gambar dan video telanjang, lalu diunduh dan disimpan di hard drive pribadi di rumah.
Penyelidik juga mengatakan bahwa Ruiz juga menggunakan akun email Yahoo yang diretas untuk meretas profil korban di layanan pihak ketiga lainnya di mana korban menggunakan alamat email Yahoo untuk mendaftarkan akun dan menyimpan file pribadi. Dia diyakini telah meretas 100 akun tambahan di layanan seperti Apple iCloud, Gmail, Hotmail, Dropbox, dan Photobucket.
Peretasan Ruiz terdeteksi oleh insinyur Yahoo lainnya pada Juni 2018 dan melaporkannya ke pihak berwenang. Dokumen pengadilan menyebutkan, begitu menyadari kelakuannya terbongkar, pada hari yang sama Ruiz menghancurkan hard drive pribadinya.
Ruiz berhenti bekerja di Yahoo pada Juli 2018. Sebulan kemudian, FBI menggeledah rumahnya. Kepada agen FBI, Ruiz mengatakan telah menghancurkan hard drive tempat dia menyimpan gambar dan video.
Dia secara resmi didakwa setahun kemudian pada bulan April 2019 dan dinyatakan bersalah pada bulan September. Dia awalnya dijadwalkan untuk hukuman pada bulan Februari, tetapi sidang ditunda karena pandemi virus corona.
Karena Ruiz menghancurkan hard drive pribadinya, jaksa penuntut AS mengatakan mereka hanya berhasil mengidentifikasi 3.137 dari perkiraan 6.000 total korban.
Terdakwa mendapat hukuman ringan karena dinilai bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan dan karena dia tidak pernah mengunggah secara online gambar dan video yang dicurinya dari email korban.
Dokumen pengadilan mengatakan Ruiz mengumpulkan sekitar 2 TB data, diyakini antara 1.000 dan 4.000 gambar dan video pribadi.[]
Share: