IND | ENG
Twitter  BIlang Mau Bikin Tombol Edit, tapi Syaratnya Dinilai Tak Masuk Akal

Ilustrasi

Twitter BIlang Mau Bikin Tombol Edit, tapi Syaratnya Dinilai Tak Masuk Akal
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 04 Juli 2020 - 19:30 WIB

Cyberthreat.id - Twitter mendadak bicara soal kemungkinan menyediakan fitur edit yang memungkinkan penggunanya mengoreksi postingan yang salah ketik. Ini agak aneh, sebab sebelumnya CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan perusahaannya tidak akan pernah menyediakan fitur itu.

"Kalian akan mendapatkan tombol edit jika semua orang mengenakan masker," tulis Twitter di akun resminya pada Jumat (3 Juli 2020).

Sontak saja cuitan itu dibalas dengan beragam reaksi dari para pengguna Twitter. Sebagian besar netizen merasa mustahil membuat semua orang mau memakai masker.

Tidak jelas benar apakah cuitan itu untuk memotivasi agar orang-orang mau memakai masker. Sebagian netizen lainya mengajak pengguna lain untuk menggunakan masker agar fitur edit benar-benar diwujudkan oleh Twitter.

"Semua orang, artinya SEMUA ORANG," tambah Twitter.

Pertengahan Januari lalu, CEO Twitter Jack Dorsey dalam sebuah wawancara dengan Weird mengatakan pengguna tidak akan melihat tombol edit di platformnya, setidaknya dalam waktu dekat.

"Apakah akan ada tombol edit di Twitter pada 2020?," tanya pewawancara.

"Tidak," jawab Jack.

Jack lantas menjelaskan, cuitan layaknya sebuah SMS yang anda kirim ke seseorang. Sekali SMS terkirim, anda tak bisa menariknya lagi untuk mengedit.

Jack menyadari ada alasan penting mengapa seseorang perlu mengedit cuitan seperti memperbaiki kesalahan ketik dan tautan yang rusak. Namun, bisa juga disusupkan malware dan mengedit konten untuk menyesatkan orang.

Twitter telah mempertimbangkan adanya jeda waktu yang memungkinkan pengguna mengedit cuitan, bisa berkisar antara 30 detik hingga satu menit setelah diunggah.

"Tapi kita mungkin tidak akan pernah melakukannya," kata Dorsey saat itu.[]

#twitter   #jackdorsey

Share:




BACA JUGA
Banyak Penipu dengan Centang Biru di (Twitter) X
X (Twitter) Kumpulkan Data Biometrik dari Pengguna Premium untuk Perangi Peniruan Identitas
Instagram Threads Dihentikan di Eropa karena Masalah Privasi
Profil Peneliti Palsu Penyebar Malware Melalui Repositori Github
Walau Tak Dibayar, Twitter Pulihkan Centang Biru Top Akun