IND | ENG
Ribuan Akun Twitter Penyebar Hoaks Asal Iran Dihapus

Twitter. Foto: Freepik.com

Ribuan Akun Twitter Penyebar Hoaks Asal Iran Dihapus
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 16 Juni 2019 - 17:59 WIB

San Fransisco, Cyberthreat.id – Twitter menghapus ribuan akun yang berkaitan dengan hoaks dan penggunaan nama palsu yang dipakai untuk mempengaruhi domunasi isu politik. Mayoritas akun yang dihapus itu memiliki keterkaitan dengan Iran, Rusia, Spanyol, dan Venezuela.

Seperti dikutip dari Forbes, yang diakses Minggu (16 Juni 2019), Yoel Roth, Kepala Integritas Situs Twitter, dalam blog perusahaan, menyatakan, perusahaan memilik tanggung jawab untuk melindungi integritas percakapan publik.

“Termasuk, melalui pengungkapan informasi tentang upaya memanipulasi Twitter demi tujuan mempengaruhi pemilu dan percakapan sipil lain oleh entitas asing atau domestik yang didukung negara,” ujar dia.

ZDNet menulis Twitter meyakini sebagian besar akun asal Iran yang mencapai 4.779 akun tersebut mendapatkan dukungan dari pemerintah Iran.

Rinciannya,1.666 akun berkicau tentang dukungan terhadap pemerintah Iran, 248 akun menyebarkan informasi kontroversial tentang Israel, dan ketiga 2.865 akun menggunakan  “profil palsu” untuk mengarahkan percakapan tentang masalah sosial di Iran.

Selain itu, Twitter juga menghapus empat akun terkait Badan Riset Internet Rusia (Internet Research Agency/IRA), 130 akun berasal dari Spanyol, 33 akun dari Venezuela. “Akun-akun tersebut telah dihapus pada Mei lalu,” tulis BBC.

Pada Oktober 2018, ZDNet menulis, Twitter juga telah mengungkapkan lebih dari sembilan juta twit yang digerakkan secara politik melalui sekitar 3.800 akun milik IRA.

Roth mengatakan, 130 akun asal Spanyol berkaitan gerakan kemerdekaan Catalan dan menyebarkan konten Referendum Catalan. Sementara, akun dari Venezuela terlibat dalam manipulasi plaftrom yang ditargetkan di luar negeri.

#twitter   #iran   #rusia   #IRA

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Tiga Pendatang Baru Grup Ransomware yang Harus Diperhatikan pada 2024
Mengungkap Taktik Kerajaan Ransomware Matveev
Peretas Terkait Iran Membocorkan Dokumen dari Rumah Sakit Israel
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware