IND | ENG
Raffi Ahmad:  Jangan Anggap Sosial Media Sebagai Buku Diary

Raffi Ahmad | Instagram/raffinagita1717

Raffi Ahmad: Jangan Anggap Sosial Media Sebagai Buku Diary
Tenri Gobel Diposting : Kamis, 02 Juli 2020 - 22:00 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Raffi Ahmad mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan ruang digital dengan baik, bukan malah menganggap ruang digital itu seperti buku harian (diary) yang dijadikan tempat curhat.

“Memang yang harus disadari oleh generasi sekarang, sosial media itu bukan tempat mereka untuk curhat seperti buku diary. Itu yang harus disadari,” ungkap Raffi dalam kapasitas sebagai content creator di  acara #BerkreasiDiSosialMedia yang ditayangkan di Kemkominfo TV, Kamis (2 Juli 2020).

Menurut Raffi, mereka (masyarakat) mungkin tanpa sengaja melakukannya.

"Misalnya kak Yosi ketemu saya,tiba-tiba kak Yosi posting sebel banget ih tadi ketemu Raffi begini-begini, tapi ditulis di sosial media. Nah, itu salah," ujarnya.

“Sosial media itu adalah platform untuk umum, untuk kita gunakan untuk sesuatu yang energinya untuk masyarakat luas. Jadi masyarakat itu basic-nya harus tahu dulu bahwa sosial media, mau itu Instagram, Twitter, mau YouTube, mau platform digital lain, atau apapun itu, jangan disamakan dengan diary atau buku hariannya dia, itu dulu,” ujar Raffi.

Ditempat yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate setuju dengan pendapat Raffi. Menurut Johnny, ketika di ruang digital kita salah [isi kontennya] maka ada rekam digitalnya. Untuk itu, tidak boleh menganggap ruang digital terkhusus sosial media sebagai buku harian.

“Kalau buku harian kalau ada yang salah tinggal kita coret, atau kita sobek bisa kita bakar dan kita pegang sendiri. Begitu di ruang digitalnya kita salah, kita isi di sosial media maka ada rekam digital,” kata Johnny.

Menteri Johnny pun mendorong generasi milenial untuk memanfaatkan ruang digital dengan baik dan stop hoaks.

Raffi juga setuju dengan Menteri Johnny bahwa masyarakat harus gunakan ruang digital dengan baik, dan tidak membuat hoaks-hoaks atau hal yang tidak penting.

“Orang-orang harus tahu bahwa pemerintahnya menyiapkan Indonesia untuk menjadi digital hub terbesar di Asia. Segitu concern-nya pemerintah, jadi jangan kalian bikin hoaks-hoaks bikin hal yang enggak penting. Harus naik kelas mikirnya,” kata Raffi.

“Karena digital itu memang sangat luas sekali, digital itu bisa memperkuat dan mengharumkan nama bangsa kita, bisa mengharumkan nama kita, bisa mengharumkan apapun yang bisa kita buat, maupun itu bisnis kita ataupun apapun itu,” tambah Raffi.[]

Editor: Yuswardi A. Suud

#raffiahmad   #sosialmedia

Share:




BACA JUGA
Lebih Dari 4 Miliar Orang Terkena Sensor Internet Pada Tahun 2022
Facebook DKK Dibatasi Pemerintah Turki Setelah Terjadi Ledakan di Istanbul
Peretas Gunakan Telegram dan Signal untuk Membantu Demonstan di Iran
PANDI: Ada 5.579 Serangan Phising Selama Kuartal Kedua 2022
Rusia Denda Google Rp5,36 T Karena Tidak Hapus Konten yang Dilarang