IND | ENG
Yuk, Kenali Jenis Malware yang Mencuri Data dan Kredensial Gamer

Ilustrasi. | Foto: euractiv.com

Yuk, Kenali Jenis Malware yang Mencuri Data dan Kredensial Gamer
Arif Rahman Diposting : Kamis, 02 Juli 2020 - 13:47 WIB

Cyberthreat.id - Sebuah laporan dari Kaspersky yang dirilis 17 Juni lalu menyoroti peningkatan lebih dari 50% serangan cyber yang menargetkan industri game selama pandemi Covid-19. Puncak insiden terjadi saat berbagai negara menerapkan Lockdown sehingga para gamers lebih banyak di rumah menghabiskan waktu.

Maria Namestnikova, pakar keamanan Kaspersky, mengatakan banyak dari serangan yang terkait video game ini tidak terlalu canggih. Menurut dia, kesalahan terbesar berada di pengguna (gamer) yang membuka pintu untuk kesuksesan para penyerang.

Di bulan April kenaikan serangan begitu signifikan, dimana para gamer sering terjatuh karena serangan phishing atau mengklik tautan berbahaya ketika bermain game. Namestnikova mengingatkan, gamer harus berhati-hati jika punya niat buruk atau ingin berlaku curang.

"Apakah mereka mencari untuk menemukan versi bajakan atau ingin cheat yang akan membantu untuk bisa menang," kata Namestnikova di situs Kaspersky.

Baru-baru ini sebuah kelompok hacker bernama INSTAKILLA membocorkan dan menjual lebih dari 1,3 juta data/catatan pengguna dari permainan multiplayer, Stalker Online. Data yang ditawarkan beragam di forum hacker dan Dark Web.

Kemudian platform obrolan game, Discord, ditargetkan dua kali dalam kurun waktu sebulan oleh berbagai serangan malware.

Masih di bulan April, Nintendo menjadi salah satu korban pelanggaran data dengan 300.000 akun Nintendo Network ID (NNID) yang terekspos.

Perhatikan jenis-jenis Malware berikut ini:

Pada dasarnya malware yang menyerang gamer bertujuan mengejar kredensial dan token. Apa saja yang bisa dilakukan hacker?

1. NitroHack

Malware yang baru-baru ini diamati memikat korban dalam bentuk peretasan untuk mendapatkan layanan Discord Nitro premium secara gratis. Malware mencuri token pengguna dari berbagai browser, informasi kartu, dan juga berusaha menginfeksi orang lain di Discord.

2. AnarchyGrabber

Disamarkan sebagai alat (tools) hack dan cheat permainan, malware ini mencuri password korban dan menginfeksi gamer lain melalui Discord.

3. Kpot trojan

Malware ini dapat mencuri file cookie dan token sesi hingga mengupas informasi akun dari berbagai pengirim pesan. Hacker dapat menjual kembali semua atribut dalam game yang berharga dengan bantuan data token sesi curian.

4. BetaBot

Trojan ini menargetkan berbagai platform game dan mengumpulkan kata kunci URL pada halaman yang berbeda.  Hacker dapat mencuri login dan password yang dimasukkan pada halaman yang dikunjungi oleh pengguna.

5. Malware seperti Okasidis, Steam Stealer, dan Thief Stealer mengambil detail akun game dari set platform yang sudah ditargetkan. Misalnya, Okasidis dan Thief Stealer menargetkan Uplay, BetaBot menyerang Uplay, Origin, dan Battle.net.

Tips Keamanan

Hacker selalu tertarik pada platform populer dengan jutaan pengguna. Selain itu, trojan kerap tidak terlihat oleh pengguna karena mereka tidak menuntut izin tambahan atau memicu peringatan apa pun.

Untuk melindungi akun game, berikut tipsnya:

1. Atur otentikasi dua faktor (2FA).
2. Unduh game hanya dari sumber tepercaya.
3. Hindari kode curang (cheat code) karena ini yang membuat hacking naik level.
4. Biasakan mengacak dan mengutak-atik password.[]

#Malware   #Trojan   #nitrohack   #AnarchyGrabber   #BetaBot   #kpot   #okasidis   #steamstealer   #thiefstealer   #cheat   #password

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Paket PyPI Tidak Aktif Disusupi untuk Menyebarkan Malware Nova Sentinel
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan