IND | ENG
WhatsApp Payment Masih Tersandera Bank Sentral Brasil

WhatsApp | Foto: freepik.com

WhatsApp Payment Masih Tersandera Bank Sentral Brasil
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 02 Juli 2020 - 09:53 WIB

Cyberthreat.idWhatsApp Payment, layanan pembayaran digital via WhatsApp, masih belum bisa dipakai di Brasil meski Badan Pengawas Antimonopoli Brasil (Administrative Council for Economic Defense/CADE) akhirnya mencabut pemblokiran, Selasa (30 Juni 2020).

Sebelumnya, pada 23 Juni lalu, CADE memblokir kemitraan WhatsApp dengan operator kartu kredit dan debit, Cielo—layanan pembayaran terkemuka di Brasil.

“Karena Cielo sudah menjadi pemroses pembayaran terbesar di Brasil, kemitraan dengan layanan perpesanan terbesar dapat menimbulkan risiko konsentrasi pasar,” demikian alasan CADE memblokir seperti dikutip dari Reuters.

Pada keputusan Selasa lalu, CADE mengatakan, perjanjian keduanya tidak membatasi kesepakatan baru dengan kompetitor dan tidak menghambat pilihan konsumen.

Sumber: WhatsApp

Meski telah mencabut blokir kemitraan keduanya, CADE menyatakan, tetap mengawasi kerja sama tersebut.

“Kami senang CADE bertindak cepat untuk mencabut pemblokiran pada WhatsApp Payment,” ujar WhatsApp dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, diakses Kamis (2 Juli 2020)

"Kami berharap dapat terus bekerja dengan otoritas Brasil untuk segera memulihkan layanan dan memungkinkan semua pengguna WhatsApp di Brasil mengirim uang ke teman dan keluarga atau membeli produk langsung di WhatsApp," perusahaan menambahkan.

Sayangnya, pencabutan blokir itu bukan berarti WhatsApp Payment bisa langsung digunakan. Hingga kini, bank sentral Brasil belum juga mencabut keputusan blokirnya pekan lalu.

Sepekan setelah WhatsApp Payment diluncurkan, bank sentral Brasil menyetopnya. Bank sentral menilai layanan tersebut belum dianalisis oleh otoritas moneter terkait sehingga dapat berpotensi merusak sistem pembayaran di Brasil.

Menurut Reuters, WhatsApp meluncurkan layanan di Brasil memang tanpa meminta otorisasi bank sentral. Ini karena  layanan itu beroperasi sebagai perantara antara konsumen dan lembaga keuangan.

Jika Visa dan Mastercard–yang bermitra dengan layanan itu–tidak mematuhi instruksi bank sentral, kedua perusahaan akan dikenakan denda dan sanksi administratif.

WhatsApp Payment memungkinkan seseorang menerima dan mengirimkan uang semudah berkirim pesan. Pengguna tidak akan dikenakan biaya untuk mengirim uang atau melakukan pembelian di WhatsApp. Akan tetapi, untuk bisnis, seperti transaksi kartu kredit akan dikenakan biaya pemrosesan 3,99 persen.

Cara menggunakannya, pengguna perlu menautkan kartu kredit atau debit Visa atau Mastercard ke akun WhatsApp mereka.

Beberapa pengamat menyebut keputusan regulator dinilai berlebihan, sedangkan yang lain menilai WhatsApp menghadirkan risiko potensial dalam hal konsentrasi pasar dan privasi.

"Agak aneh bahwa bank sentral memutuskan untuk menangguhkan WhatsApp karena regulator sudah dapat mengawasi semua pelaku pasar yang bergabung dengan WhatsApp," kata Carlos Daltozo, Kepala Ekuitas Eleven Financial.[]

#whatsapppayment   #digitalpayment   #whatsapp   #facebook   #brasil   #facebookpay   #transferuang   #india

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Percepat Layanan 'Digital Payment' Lewat Portal Nasional
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code
Fitur Baru WhatsApp: Protect IP Address in Calls
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook