
Ilustrasi | Foto: pexels.com
Ilustrasi | Foto: pexels.com
Cyberthreat.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) meluncurkan "Riset Peta Ekosistem Industri Game di Indonesia". Industri game di Tanah Air memang terus meningkat dengan potensi pasar luar biasa besar.
Laporan Newzoo pada tahun 2019, menyatakan Indonesia sebagai salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik dengan angka mencapai 941 juta dolar AS (sekitar Rp 13 triliun).
I Nyoman Adhiarna, Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kominfo, mengatakan riset berbasis survei ini sangat diperlukan oleh pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang akurat tentang industri game di Indonesia.
"Contoh kebijakan terkait industri game yang perlu dirumuskan, misalnya terkait dengan bea (pajak) masuk. Apakah impor dari developer game itu harus dikenai pajak atau tidak, ini perlu angka, perlu statistik dan perlu kajian," kata Nyoman dalam webinar virtual, Sabtu (27 Juni 2020).
Kasubdit Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kominfo, Luat Sihombing menambahkan, data-data yang dihasilkan oleh riset tersebut akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi para pelaku atau pengembang industri game di Tanah Air.
"Tujuan dari hasil riset ini akan memberikan informasi yang up to date. Apa sih hambatan yang ada, tantangan maupun kompetisinya seperti apa. Mungkin akan menjadi gambaran juga bagi teman-teman sebelum memulai merilis sebuah produk (game)," ujar Luat.
Riset dibagi menjadi empat tahap, antara lain persiapan riset, pengumpulan data, pengolahan data, dan sosialisasi hasil riset. Per hari ini, Kominfo sudah memulai tahapan pengumpulan data untuk riset ini. Untuk pengolahan data dan sosialisasi hasil riset akan dibantu oleh LIPI dan AGI.
Target responden dari riset ini adalah pengembang dan penerbit game di Indonesia.
Ada pun data dan fakta yang ingin dipublikasikan, seperti:
1. Persebaran Game Developer Berdasarkan Regional.
2. Rata-rata Jumlah Pertumbuhan Game Developer.
3. Jenis Perusahaan Game Developer.
4. Jenis Pekerjaan dalam Sebuah Perusahaan Game Developer.
5. Jumlah Game yang Dikembangkan Rata-Rata per Tahun.
6. Target Pasar Game Berdasarkan Area.
7. Target Pasar Game Berdasarkan Usia.
8. Jenis Platform Game yang Digunakan.
9. Rata-rata Pendapatan dari Semua Game.
Selain membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan, para pelaku yang bermain di industri game juga akan mendapatkan manfaat dari riset tersebut. Sebagai contoh, data target pasar game berdasarkan usia.
"Ini akan memperlihatkan bahwa market itu paling besar berada di kelompok usia berapa. Informasi-informasi seperti ini akan sangat bermanfaat sekali bagi teman-teman di industri game developer dan publisher. Mana market yang sangat potensi untuk berkembang berdasarkan usia," jelas Luat.
Lebih lanjut, Kominfo menekankan bahwa kerahasiaan data terhadap para responden terjamin keamanannya. Sehingga, data-data yang dipublikasikan bersifat publik dan dapat dilihat secara luas oleh masyarakat.
"Kominfo selaku penanggungjawab riset ini bertanggungjawab penuh terhadap kerahasiaan data. Kita akan kelola sedemikian rupa, supaya data yang kita publish pun sifatnya adalah data-data yang memang eligible untuk publik, bukan masuk kepada ranah privasi masing-masing entitas perusahaan," ujar Luat. []
Redaktur: Arif Rahman
Share: