
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Chief Executive Officer (CEO) Google Cloud, Thomas Kurian, mengatakan layanan Google Cloud memberikan landasan keamanan data yang mumpuni. Kurian mengungkapkannya saat Google Cloud Platform (GCP) wilayah Jakarta resmi beroperasi pada Rabu, (24 Juni 2020).
"Kami memberikan landasan yang aman serta memberikan sejumlah kemampuan keamanan yang canggih untuk mengenkripsi data, untuk menyimpan data di Indonesia, dan untuk melindungi semua sistem yang beroperasi di cloud dengan alat keamanan siber Google yang sangat canggih," kata Thomas dalam peluncuran GCP Region Jakarta, Rabu (24 Juni 2020).
Menurut dia, pelanggan Google Cloud dapat memanfaatkan solusi-solusi keamanan GCP di Indonesia. Google Cloud telah memiliki banyak pengguna enterprise di Indonesia seperti layanan keuangan, kesehatan, ritel, manufaktur, seperti Alfamart, Bank BRI, XL Axiata, GoPay, Ruang Guru, Pegadaian, Tiket.com, Blue Bird Group, Gojek, Bukalapak, Tokopedia, Blibli dan sebagainya..
Product Manager Google Cloud, Davis Hart, mengatakan prinsip keamanan Google adalah percaya terhadap pertahanan mendalam. Artinya, pihaknya memasang keamanan di setiap lapisan infrastruktur layanannya.
"Di lapisan terbawah chip (keamanan) Titan di motherboard kami serta di seluruh susunan teknologi kami. Di puncak teratas, kami memberikan Anda akses ke rangkaian produk keamanan cloud kami," ujar Davis.
Menurut dia, hal itu akan memberikan pelanggan akses ke alat (tools) dan kemampuan keamanan yang telah bertahun-tahun digunakan Google untuk melindungi aplikasi yang memanfaatkan infrastruktur Google Cloud.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menekankan pentingnya keamanan dan kedaulatan data kepada Google Cloud Platform (GCP) Region Jakarta. Keamanan dan kedaulatan data, kata Johnny, adalah prinsip utama dalam tata kelola data lintas negara.
"Terkait dengan legislasi primer, pemerintah tengah bekerja bersama DPR RI dalam proses politik untuk mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau RUU PDP," ujar Johnny.
Terpisah, Managing Director Google Cloud Asia Pacific, Rick Harshman menyampaikan keamanan data Google merupakan salah satu fokus utama dalam membangun infrastrukturnya. Google Cloud, kata dia, menerapkan keamanan dan enkripsi end-to-end dari pengguna ke pusat data.
"Kami mengenkripsi semua data yang ada pada Google Cloud, baik dalam keadaan transit maupun istirahat," ungkap Harshman saat diwawancarai CNBC Indonesia TV.
Lebih lanjut, ujar Harshman, ketika pelanggan memanfaatkan layanan Google Cloud, mereka akan tetap berada pada jaringan pribadi milik Google, artinya mereka tidak melewati internet publik.
"Jadi, saat pelanggan akhir menggunakan Google Cloud mereka tetap berada pada jaringan Google Cloud (yang aman)," ujarnya.
Untuk mencegah terjadinya pelanggaran data, Google memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML). Dengan memanfaatkan AI dan ML, para engineer Google mendapatkan informasi ketika diketahui terjadi sebuah ancaman atau serangan siber.
"Dan jika ada risiko bahaya, itu adalah hal yang kami tangani di seluruh jaringan," jelas dia.
Google juga secara proaktif mengkaji sistem maupun infrastrukturnya guna memastikan bahwa tidak ada celah keamanan yang dapat dieksploitasi para peretas.[]
Redaktur: Arif Rahman
Share: