
Google | Foto: ngsoonleong.com
Google | Foto: ngsoonleong.com
Cyberthreat.id – Google, perusahaan mesin pencari internet, akan mulai memberi label cek fakta pada hasil pencarian Google Images. Ini menyusul banyaknya informasi menyesatkan di internet.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23 Juni 2020) Google akan menampilkan label “cek fakta” di bawah thumbnail yang muncul dari hasil pencarian gambar. Fitur tersebut mulai tersedia sejak Senin (22 Juni).
Ringkasan temuan dari tim cek fakta pihak ketiga akan ditampilkan, seperti halnya dalam pencarian Google News.
Sejak April lalu, sebetulnya Google telah melampirkan label cek fakta untuk pengguna YouTube di AS. Ini menyusul ramainya informasi hoaks terkait dengan virus corona di media sosial.
YouTube telah memunculkan tautan ke sumber-sumber seperti Encyclopedia Britannica dan Wikipedia untuk menangani informasi. Namun, April lalu mereka berupaya mengarahkan ke situs web berita yang bergerak lebih cepat.
“Foto dan video adalah cara yang luar biasa untuk membantu orang memahami apa yang sedang terjadi di dunia,” tulis Manajer Produk Google Harris Cohen seperti dikutip dari TechCrunch.
"Tetapi, kekuatan media visual memiliki jebakan, terutama ketika ada pertanyaan seputar asal-usul, keaslian, atau konteks suatu gambar."
Gambar-gambar yang beredar di media sosial dan jejaring sosial cenderung dibumbui berbagi konspirasi atau informasi keliru. Banyak pengguna internet yang termakan oleh foto yang telah diedit sehingga tak sesuai dengan konteksnya.
Dalam pengumumannya, Google memberikan contoh informasi tentang foto "hiu berenang di jalan Houston”.
Dalam pencarian contoh itu, tim cek fakta PolitiFact akan memunculkan di bawah gambar itu, sebuah gambar asli dari siluet hiu yang sama, tapi berenang di lautan.[]
Contoh label cek fakta. | Tangkapan layar Cyberthreat.id/Andi Nugroho
Share: