IND | ENG
Tanggapi Dugaan Basis Data Polri yang Dijual di Forum Dark Web, Polri: Itu Hoaks!

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono. | Foto: Arsip Mabes Polri

Tanggapi Dugaan Basis Data Polri yang Dijual di Forum Dark Web, Polri: Itu Hoaks!
Tenri Gobel Diposting : Rabu, 17 Juni 2020 - 13:00 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) angkat bicara terkait dengan dugaan basis data anggota polri yang ditawarkan peretas (hacker) di forum dark web RaidForums.

Dalam jumpa persnya daring Selasa (16 Juni 2020), Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, kabar kebocoran data beserta tangkapan layar yang menunjukkan gambaran basis data anggota polri itu tidaklah benar.

"Terkait dengan screenshot database anggota Polri yang tersebar di media sosial, perlu kami sampaikan bahwasanya hal tersebut merupakan kebohongan atau hoaks, yang tidak terbukti," ujar Awi.

Polri, kata Awi, sudah memastikan bahwa tidak ada kebobolan data Sistem Informasi Personil Polri (SIPP). Ia juga menyebutkan bahwa tangkapan layar yang beredar tersebut tidak sama dengan SIPP yang digunakan Polri saat ini.

"Variabel screenshot yang beredar di media sosial tidak sama dengan SIPP  yang digunakan oleh Polri saat ini," kata Awi.



 


Tangkapan layar dari forum RaidForums yang menawarkan dugaan basis data Polri. Akun Hojatking mengklaim diri telah membobol data milik Polri.


Meski begitu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dengan peredaran dugaan basis data Polri tersebut.

"Ditpitsiber Mabes Polri masih melakukan pendalaman dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta motif dari penyebar hoaks database SIPP anggota Polri tersebut," ujar dia.


Berita Terkait:


Sebelumnya, Pendiri Komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan dugaan adanya kebocoran data anggota Polri.

Halo @DivHumas_Polri saatnya berbenah. Seseorang mengklaim sudah berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Orang ini kemudian dengan mudahnya bisa mengakses, mencari dan mengganti data anggota Polri tersebut. Contohnya ini, baru mutasi ke Densus 88 eh datanya udah bocor :(,” tulis Teguh di akun Twitter-nya @secgron.

Dalam tangkapan layar itu, terlihat informasi pribadi dari seorang yang diduga anggota Polri mulai foto diri, riwayat jabatan, pangkat, dan lain-lain.

Menurut Teguh, informasi tersebut didapatnya dari RaidForums. Di forum jual beli data dan forum peretas itu, seseorang dengan akun bernama Hojatking mengklaim berhasil membobol basis data Polri.

Hojatking sudah aktif di RaidForums sejak Agustus 2019. Dia membagikan data yang diduga milik Polri itu pada 31 Mei 2020.

Dalam unggahan itu, Hojatking mengklaim punya akses penuh ke basis data Polri juga mampu mengubah basis data tersebut.

“Hai. Akses penuh ke basis data kepolisian Indonesia. Dengan kemampuan sebagai berikut: mengubah detail polisi, rekam lembur untuk polisi, hapus polisi dari basis data, tambahkan polisi ke basis data, pensiunan polisi...,” tulis Hojatking.

Menurut Teguh, harga akses data tersebut ditawarkan oleh peretas seharga US$ 1.200 (setara Rp 17 juta). Sementara, untuk informasi bug (celah keamanan) pada aplikasi dijual seharga US$ 2.000 (Rp 28,5 juta).

“Akses ke aplikasi untuk mengakses dan mengganti data tersebut dijual seharga U$1.200,” tulis Teguh.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#kebocorandata   #polri   #databreach   #kpu   #tokopoedia   #bukalapak   #ethicalhackerindonesia   #raidforums   #serangansiber   #ancamansiber   #keamanansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Pentingnya Penetration Testing dalam Perlindungan Data Pelanggan