IND | ENG
Buka Pelatihan Digital, Menkominfo: Indonesia Butuh 600 Ribu Talenta Digital per Tahun

Menkominfo Johnny G Plate

Buka Pelatihan Digital, Menkominfo: Indonesia Butuh 600 Ribu Talenta Digital per Tahun
Tenri Gobel Diposting : Selasa, 16 Juni 2020 - 15:45 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id -  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membuka program Stimulus Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS 2020) angkatan kedua. Program ini untuk mengurangi kesenjangan keterampilan digital (digital skill gap).

“Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan digital skills gap, dimana kebutuhan tenaga kerja ahli dalam bidang digital masih belum tercukupi. Oleh karena itu, Kemkominfo berupaya membekali tenaga kerja di Indonesia dengan Program Stimulus Pelatihan DTS 2020,” kata Menteri Kominfo, Johnny G. Plate dalam keterangan tertulisnya, Senin (15 Juni 2020).

Menurut Johnny, laporan World Bank tahun 2016 mencatat bahwa saat ini Indonesia mengalami kekurangan tenaga kerja semi terampil dan terampil sebesar 9 juta orang dalam 15 tahun. “Artinya, rata-rata kita harus menghasilkan talenta digital sejumlah 600.000 orang setiap tahun,” kata dia.

Saat ini, kata Johnny, Indonesia membutuhkan berbagai talenta yang memiliki keahlian industri 4.0. Menurutnya, Indonesia sangat membutuhkan beberapa jenis hard skill untuk menghadapi revolusi 4.0, seperti Big Data Analytics, Artificial Intelligence, Cybersecurity, Cloud Computing, Internet of Things, Machine Learning, dan sebagainya.

Selain keahlian dalam bentuk hard skill, lanjut Johnny, setiap talenta digital juga harus dilengkapi dengan soft skill yakni disebutnya sebagai 4C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. 

“Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society Indonesia,” paparnya.

Program DTS ini, menurut Menteri Kominfo, sudah terlaksana sejak tahun 2018 dengan 1.000 peserta. Kali ini, “stimulus” DTS diselenggarakan lagi guna menyiapkan kebutuhan sumberdaya manusia yang memiliki hard skill dan soft skill itu.

“Tahun 2019, Kemkominfo memperbesar kesempatan dengan memberikan kepada 25.000 peserta dengan 22 tema pelatihanProgram ini ditujukan untuk memfasilitasi para peserta melakukan upskilling atau peningkatan kecakapan yang telah dimiliki dan reskilling atau pelatihan kecakapan baru,” ujar Johnny.

Johnny mengatakan DTS ini tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan skill di era digital, tetapi sekaligus mempertahankan produktivitas masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, program Online Academy DTS 2020 angkatan 2 ini Kominfo menerima sekitar 20.500 pendaftar dan sebanyak 13.172 dinyatakan lolos.

“Jumlah ini belum termasuk pendaftar tema Digital Entrepeneurship yang masih dibuka hingga tanggal 25 Juni 2020,” tutur Menteri Johnny.

Dalam angkatan 2 online academy DTS 2020, terdapat tema antara lain: Android Developer, iOS Developer, Augmented Reality, Associate Cloud Engineer, Digital Skills, Programming HTML, JavaScript, dan Digital Entrepreneurship.

Menteri Kominfo berharap agar peserta pelatihan DTS 2020 dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik.

“Saat inilah kita perlu bergegas menyambut kesempatan-kesempatan besar di bidang digital, menyongsong digital society, masyarakat digital Indonesia,” kata Johnny. []

Editor: Yuswardi A. Suud

#talentadigital   #kominfo   #pelatihan

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Menkominfo Tantang Media Adopsi Perkembangan Teknologi
INA Digital Mudahkan Masyarakat Akses Layanan Publik dalam Satu Aplikasi