IND | ENG
Soal Pembobolan Akun Jenius, Jawaban BTPN Tak Deskripsikan Problem yang Terjadi

Jenis-jenis Kartu Jenius. | Foto: folderbisnis.com

Soal Pembobolan Akun Jenius, Jawaban BTPN Tak Deskripsikan Problem yang Terjadi
Tenri Gobel Diposting : Senin, 15 Juni 2020 - 13:55 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) buka suara terkait kejadian pembobolan terhadap dua akun rekening Jenius milik nasabahnya.

Sayangnya, penjelasan BTPN tidak menggambarkan sebetulnya apa yang terjadi dan dialami oleh dua nasabah tersebut: apakah akun Jenius itu diretas atau tidak.

BTPN juga tidak menjelaskan apakah pembobolan akun Jenius itu bersifat ditargetkan atau terjadi kesalahan pada sistem internal.

BTPN juga tidak secara terbuka menjelaskan perkembangan investigasi yang sedang dilakukan.

Dalam keterangannya kepada Cyberthreat.id, Senin (15 Juni 2020), Communications & Daya Head PT Bank BTPN Tbk., Andrie Darusman, menyayangkan atas kejadian yang dialami nasabah. Pihaknya masih melakukan “investigasi mendalam” soal itu.

Diberitakan sebelumnya, pada 9 Juni 2020, pemilik Twitter @tantrides menulis bahwa ada transaksi yang tidak dia lakukan di akun Jenius-nya pada 8 Juni 2020. Tantri kehilangan saldo sebesar Rp 3,2 juta dan semua transaksi aneh itu dipakai untuk pembayaran via layanan PayPal.

Setelah kejadian itu, Tantri langsung memindahkan semua saldo yang tersisa ke rekening bank lain. Kartu Jenius M-card dan e-card langsung diblokir sementara.

Ia telah melaporkan insiden pembobolan rekeningnya ke Jenius dan untuk saldo yang hilang, menurut Tantri, Jenius telah mengembalikannya.

Selain Tantri, hal serupa juga dialami oleh pemilik akun Twitter @konjugasi. Pada cuitannya Jumat (12 Juni 2020), ia juga menunggah tangkapan layar yang menunjukkan transaksi ganjil itu.

Transaksi itu terjadi untuk pembayaran ke “GoFndMe help me buy a ya Dublin”. Total ada tiga transaksi aneh masing-masing senilai Rp 906.985 dengan catatan waktunya menunjukkan 12 Juni 2020.

Sebelum menulis di Twitter-nya, ia telah melaporkan ke Jenius soal insiden itu. Hanya, waktu menghubungi ke customer service, kata dia, tidak membantu sama sekali problem yang dialaminya. Oleh karenanya, ia memutuskan untuk mengunggah di Twitter dengan harapan viral dan diperhatikan oleh Jenius.

Ya wajar sih sebenernya mereka kan cuma penyambung sama tim technical aja. Tadi saya udah dikontak juga sama tim dari Jenius dan bilang bahwa kasus ini saat ini dalam proses investigasi.”

“Dari keterangan mereka juga dibilang kemungkinan dana yang tersedot akan kembali ke rekening saya, tapi untuk estimasi waktunya mungkin di weekdays minggu depan dan mereka minta pastiin kalo rekening sudah di block permanen…Ya gitu nanti diupdate lagi deh,” tulisnya.

Andrie mengatakan nasabah Jenius tak perlu khawatir karena  soal dana dan data yang ada. “Dapat kami pastikan bahwa data dan dana nasabah di Jenius aman dan terlindungi,” ujar dia.

Andrie menyarankan nasabah Jenius untuk menjaga keamanan akun agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan akun Jenius, kami senantiasa mengajak seluruh pengguna mengikuti anjuran langkah pengamanan agar  tetap terlindungi, dengan tidak membagikan informasi yang bersifat rahasia seperti PIN, password, One-time Password (OTP), dan data di aplikasi serta kartu Jenius Anda agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Selain itu, kata Andrie, ia meminta nasabah jangan lupa mengganti PIN & password secara berkala.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#pembobolanrekening   #akunjenius   #aplikasiperbangkandigital   #btpn   #jenius   #btpn   #hacker   #peretasan   #ancamansiber   #keamanansiber   #serangansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata