
Ilustrasi Nintendo
Ilustrasi Nintendo
Jakarta, Cyberthreat.id - Perusahaan video game asal Jepang, Nintendo, pada April lalu mengumumkan mengalami kebocoran data yang berdampak terhadap 160 ribu akun penggunanya. Namun, kini jumlahnya direvisi menjadi 300 ribu.
"Kami memposting laporan tentang login tanpa izin pada 24 April, tetapi hasil penyelidikan lanjutan menemukan ada sekitar 140.000 NNID (Nintendo Network ID) tambahan yang mungkin telah diakses dengan jahat," kata Nintendo dalam postingan blognya pada 9 Juni lalu.
Sebelumnya, Nintendo mengkonfirmasi adanya penyerangan dari para peretas dengan mengeksploitasi dan menyalahgunakan sistem login NNID, serupa dengan ID pengguna/username yang terdiri dari 6 hingga 16 karakter unik untuk mengakses layanan Nintendo.
NNID terutama digunakan untuk konsol game Nintendo 3DS dan Wii U. Nintendo mengatakan para peretas memperoleh akses secara ilegal ke akun yang terhubung dengan NNID. Belum jelas bagaimana penyerang dapat mengakses akun Nintendo dengan mengeksploitasi NNID.
Lebih lanjut, penjahat siber mendapatkan data pengguna, termasuk tanggal lahir, negara, alamat email, memiliki akses ke nama panggilan pengguna dan informasi lainnya. Bahkan, para peretas juga memiliki akses ke sistem pembayaran pengguna melalui Paypal atau kartu pembayaran yang diperlukan untuk melakukan pembelian dalam game.
"Seseorang meretas Paypal saya dan menghabiskan 200 USD untuk game Nintendo," kata seorang pengguna seperti dikutip Ciso Mag.
Nintendo menyatakan tengah dalam proses pengembalian dana di setiap negara. "Kami telah menyelesaikan pengembalian dana untuk sebagian besar pelanggan," kata Nintendo.
Sebagai akibat dari insiden peretasan data ini, Nintendo telah menghapus fungsi login ke akun Nintendo melalui NNID. Perusahaan juga meminta maaf atas insiden tersebut kepada para pelanggannya.
Perusahaan juga telah mengirimi email notifikasi kepada para pelanggannya. Selain itu, Nintendo juga menyarankan kepada para penggunanya untuk mengganti kata sandi pada akun Nintendo-nya.
"Di masa depan, kami akan berusaha untuk lebih memperkuat keamanan dan memastikan keselamatan, sehingga peristiwa serupa tidak terjadi," tegas Nintendo.[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: