IND | ENG
Ketahuan Gunakan Pelacak Iklan Diam-diam, HyperBeard Bayar Denda Rp 2 Miliar

Salah satu permainan anak populer di HyperBeard, KleptoCats

Ketahuan Gunakan Pelacak Iklan Diam-diam, HyperBeard Bayar Denda Rp 2 Miliar
Tenri Gobel Diposting : Senin, 08 Juni 2020 - 19:11 WIB

Cyberthreat.id - Pengembang aplikasi game mobile untuk anak-anak, HyperBeard, harus membayar denda $ 150 ribu (Rp 2 Miliar) karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-anak (Children's Online Privacy Protection Act/COPPA) di Amerika Serikat (AS).

Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS memberikan sanksi denda karena HyperBeard mengizinkan jaringan iklan pihak ketiga untuk mengumpulkan informasi pribadi dalam bentuk pengidentifikasi terus-menerus, melacak pengguna aplikasi, kemudian diarahkan ke anak perusahaan dengan berbagai tujuan seperti komersil.

Semua itu dilakukan tanpa memberi tahu orang tua atau mendapatkan izin orang tua. Padahal, menurut aturan, penyedia layanan wajib dan membutuhkan persetujuan orang tua.

Jaringan iklan ini menggunakan identifikasi untuk menargetkan iklan kepada anak-anak menggunakan permainan HyperBeard. Jajaran anak perusahaan HyperBeard mencakup permainan seperti Axolochi, BunnyBuns, Chichens, Clawbert, Clawberta, KleptoCats, KleptoCats 2, KleptoDogs, MonkeyNauts dan NomNoms.

FTC menentukan aplikasi HyperBeard dipasarkan untuk anak-anak karena menggunakan karakter berwarna cerah, menggunakan animasi seperti kucing, anjing, kelinci, anak ayam, monyet, dan karakter kartun lainnya. Semua itu dijelaskan dalam istilah ramah anak seperti "super cute" dan "konyol."  

Perusahaan ini juga memasarkan aplikasinya di situs hiburan anak-anak YayOMG; menerbitkan buku anak-anak dan menerbitkan lisensi produk-produk lain; termasuk boneka binatang dan perangkat konstruksi blok berdasarkan karakter aplikasinya. 

Selain membayar denda sebesar $150 ribu, HyperBeard dalam penyelesaian kasusnya dengan FTC juga diwajibkan menghapus informasi pribadi yang dikumpulkan secara ilegal dari anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun.

Awalnya, penyelesaian ini bisa tuntas pembayaran denda total $ 4 juta, tetapi FTC menangguhkannya karena ketidakmampuan HyperBeard untuk membayar sanksi dalam jumlah penuh. Tetapi, jumlah yang lebih besar akan jatuh tempo jika perusahaan atau CEO-nya, Alexander Kozachenko, ditemukan menyalahgunakan keuangan mereka.

Sementara itu, jaringan iklan yang digunakan dalam aplikasi HyperBeard termasuk AdColony, AdMob, AppLovin, Facebook Audience Network, Fyber, IronSource, Kiip, TapCore, TapJoy, Vungle, dan Unity Ads.

Selain itu, HyperBeard ternyata tidak memberi tahu jaringan iklan mereka bahwa aplikasinya ditujukan khusus kepada anak-anak.[]

Redaktur: Arif Rahman

#HyperBeard   #Datapribadi   #perlindungananak   #perlindungankonsumen   #adware

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
BSSN Berikan Literasi Keamanan Siber Terhadap Ancaman Data Pribadi di Indonesia