IND | ENG
Bentuk Resimen Siber, Menhan Inggris: Serangan Siber dan Medan Perang Sama-sama Mematikan

Ilustrasi via Daily Mail

Bentuk Resimen Siber, Menhan Inggris: Serangan Siber dan Medan Perang Sama-sama Mematikan
Yuswardi A. Suud Diposting : Senin, 08 Juni 2020 - 06:00 WIB

Cyberthreat.id - Kementerian Pertahanan Inggris meresmikan beroperasinya resimen siber pertama yang berdedikasi karena serangan dunia maya "sama mematikannya" dengan di medan perang.

Bernama '13th Signal Regiment' atau Resimen Sinyal ke-13, resimen siber ini adalah bagian dari Angkatan Darat Inggris untuk melindungi operasi garis depan dari serangan digital dan peretasan data.

Resimen Sinyal ke-13 yang merupakan bagian dari Brigade Sinyal ke-1 akan bertanggung jawab untuk menyediakan jaringan pertahanan di dalam negeri dan pada operasi di luar negeri, kata Kementerian Pertahanan.

Unit ini akan bertanggung jawab untuk menciptakan 'baju besi digital' di sekitar personel angkatan bersenjata, yang memungkinkan komandan dan tentara mereka beroperasi secara online dengan aman.

"Ini adalah langkah perubahan Angkatan Bersenjata Inggris untuk perang informasi," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace seperti dilansir Daily Mail, 4 Juni lalu.

"Serangan dunia maya sama mematikannya dengan yang dihadapi di medan perang fisik, jadi kita harus bersiap untuk membela diri dari semua orang yang akan membahayakan kita. Resimen Sinyal ke-13 adalah tambahan penting untuk pertahanan itu,"  kata Wallace.

Dalam sebuah posting blog, pemerintah Inggris menyamakan pertempuran melawan penjahat siber yang mencoba untuk meretas jaringan komputer tentara dengan medan pertempuran fisik.

Ketika karakter peperangan berkembang dan senjata yang digunakan bergeser dari industri ke era informasi, kemampuan digital dan siber semakin diandalkan untuk memastikan keamanan negara dan keselamatan personel di luar negeri.

"Musuh kita beroperasi di dunia maya sekarang, menciptakan garis depan dunia maya baru - di samping domain tradisional tanah, laut dan udara - tanpa batas fisik tetapi juga perlu dipertahankan."

Resimen Sinyal ke-13 dibangun dengan kekuatan 250 prajit spesialis dan wanita yang memiliki "keterampilan teknis canggih yang relevan," kata pemerintah Inggris.

Resimen ini nantinya akan bermitra dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris untuk menyediakan jaringan yang aman untuk semua komunikasi militer.

Nama Resimen Sinyal ke-13 sebelumnya pernah dipakai saat Perang Dunia Kedua sebagai Kelompok Nirkabel Khusus 1 yang bertugas membantu memelopori penggunaan teknologi nirkabel dan radio frekuensi tinggi.

"Reformasi Resimen Sinyal ke-13 adalah langkah maju yang menarik ketika Royal Sinyal, Angkatan Darat dan Pertahanan yang lebih luas dengan cepat meningkatkan potensi dan ketahanan dalam lingkungan informasi dan domain siber," kata Brigadir John Collyer, Komandan Brigade Sinyal ke-1 Inggris.[]

#tentarasiber   #keamanansiber   #inggris   #resimensiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Pentingnya Penetration Testing dalam Perlindungan Data Pelanggan