
Penambahan keterangan media dikontrol negara pada laman Facebook Xinhua, China
Penambahan keterangan media dikontrol negara pada laman Facebook Xinhua, China
Cybertreat.id - Facebook telah mulai memberi label khusus pada halaman Facebook milik media massa yang dikendalikan pemerintah. Sejauh ini, label khusus itu telah diterapkan pada laman Facebook milik Xinhua China, Press TV Iran, dan Sputnik dari Rusia.
Hal itu diumumkan dalam sebuah unggahan di website resmi Facebook. Pengumuman disampaikan oleh Nathaniel Gleicher, Kepala Kebijakan Keamanan Siber di Facebook.
Disebutkan, kebijakan itu akan diterapkan untuk organisasi media yang "seluruh atau sebagian" di bawah kendali editorial pemerintahan mereka. Untuk tahap awal, ada 200 media yang ditargetkan.
Langkah ini merupakan rencana Facebook yang telah diumumkan pada Oktober lalu sebagai bagian dari serangkaian inisiatif untuk mencegah campur tangan negara luar dalam pemilu presiden Amerika. Label yang sama juga akan diterapkan pada penerbit yang memasang iklan dengan target pasar Amerika di platformnya.
“Menerapkan label ke outlet media yang dikontrol negara akan menawarkan "transparansi yang lebih besar" kepada pembaca yang seharusnya tahu jika berita itu datang dari publikasi yang mungkin berada di bawah pengaruh pemerintah,” tulis Nathaniel Gleicher.
Diterapkan secara global, label-label ini akan ditempatkan di bagian Publikasi, Halaman Perpustakaan Iklan, dan bagian Transparansi Halaman. Kebijakan itu juga akan diperluas ke postingan yang muncul di News Feeds di Amerika Serikat selama minggu depan, kata Nathaniel.
Selain itu, akhir tahun ini, iklan dari outlet media seperti itu akan diblokir di AS "untuk memberikan lapisan tambahan atau perlindungan" terhadap pengaruh asing dalam debat publik seputar pemilihan AS mendatang pada November, katanya.
Penelusuran Cyberthreat.id, label itu sudah diterapkan pada Facebook Page bernama 'China Xhinhua News', media Sputnik dari Rusia, dan 'Iran-program Presstv'.
Pada ketiga Facebook Page yang dikelola media-media itu, di bagian 'Transparansi Halaman' sudah ada penambahan keterangan "media dikontrol negara (China untuk Xinhua, Rusia untuk Sputnik,, dan Iran untuk Press TV)."
Ada keterangan "media dikontrol negara Rusia" pada Halaman Facebook Sputnik
Ada keterangan "media dikontrol negara Iran" pada Halaman Facebook Iran-program Presstv
Ada pun Facebook Page milik kantor berita Indonesia, Antara, yang juga didanai negara, saat ini belum diberi label serupa.
Tidak ada keterangan media dikontrol negara pada Facebook Page milik Kantor Berita Indonesia, Antara
Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Nathaniel mengatakan label semacam itu tidak akan ditambahkan ke outlet berita AS karena Facebook percaya organisasi-organisasi ini, termasuk yang dijalankan oleh pemerintah AS, memiliki independensi editorial.
Kebijakan itu, kata Nathaniel, diputuskan setelah berkonsultasi dengan lebih dari 65 pakar di seluruh dunia yang berspesialisasi dalam pengembangan media, tata kelola, dan hak asasi manusia untuk memahami "berbagai cara dan derajat" yang digunakan pemerintah untuk melakukan kontrol editorial terhadap perusahaan media.
Untuk menentukan apakah penerbit sepenuhnya atau sebagian di bawah kendali negara, ia mengatakan Facebook melihat berbagai faktor termasuk pernyataan misi dan mandat organisasi media, struktur kepemilikan, pedoman editorial seputar sumber konten, informasi tentang ruang berita staf, sumber pendanaan, dan mekanisme akuntabilitas. Faktor spesifik negara, seperti kebebasan pers, juga dinilai, katanya.
Organisasi media yang tidak setuju dengan label tersebut dapat mengajukan banding ke Facebook dan menawarkan dokumentasi untuk membantah kasus mereka.
Untuk menunjukkan independensi mereka, penerbit harus memberikan indikasi prosedur yang ditetapkan untuk memastikan independensi editorial atau penilaian oleh organisasi independen. []
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: