
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Survei OpenSignal menempatkan Kota Sorong, Papua Barat di urutan pertama sebagai wilayah dengan layanan streaming video di perangkat seluler terbaik di Indonesia.
Perusahaan analis perangkat seluler asal London, Inggris itu—memang fokus pada analisis pengalaman jaringan seluler—menyurvei 44 kota di Indonesia antara 1-31 Maret 2020.
Dalam laporan bertajuk “State of Mobile Network Experience 2020”, OpenSignal membandingkan ukuran pengalaman video seluler pengguna dengan skala penilaian hingga 100 poin untuk semua operator nasional.
OpenSignal membagi dalam tiga kategori penilaian: Very Good (skor 65-75/100), Good (55-65/100), dan Fair (cukup) (40-55/100).
“Pengguna di Kota Sorong menikmati streaming video seluler kualitas terbaik di Indonesia, diikuti oleh pengguna di Ambon, Kepulauan Maluku dan Jayapura, Papua. Ketiganya di kategori peringkat ‘Sangat Baik’,” tulis OpenSignal di blog perusahaan yang diunggah pada Senin (1 Juni 2020).
Secara keseluruhan, kata OpenSignal, pengalaman video di perkotaan di Indonesia berkisar di skala skor 40-55 hingga 65-75.
“Berarti banyak pengguna perkotaan di Indonesia menikmati pengalaman yang dapat diterima saat streaming video seluler pada resolusi yang lebih rendah, tetapi waktu memuat masih bisa lambat dan macet, terutama pada resolusi yang lebih tinggi,” tulis OpenSignal.
Berikut skor survei pengalaman streaming video di 44 kota yang disurvei oleh OpenSignal.
Bagaimana dengan kota-kota di Jawa?
Menurut survei, kota-kota di Jawa tidak masuk dalam 10 besar layanan streaming video terbaik.
Bahkan, Kota Bekasi muncul di nomor 19 dengan skor 60,3 alias Good. Posisinya mengalahkan kota tetangganya: DKI Jakarta yang berada di urutan 29 dengan skor 59,1; masih sama-sama kategori Good.
Di urutan terakhir atau yang memiliki skor terkecil yakni Kota Serang, Banten. Ini menunjukkan di Kota Serang kualitas streaming video ditandai dengan waktu pemuatan yang lebih lambat dan penundaan yang lama, terutama pada resolusi yang lebih tinggi (HD).
Faktor penyebab kualitas
Menurut OpenSignal, perbedaan kualitas pengalaman video di berbagai daerah tersebut lantaran dinamika tekait dengan persaingan dan permintaan operator seluler di pasar.
Misal, operator seluler Telkomsel lebih menguasai dalam hal pangsa pasar. “Laporan terbaru kami di Indonesia menunjukkan bahwa pengguna kami yang terhubung dengan Telkomsel melihat pengalaman streaming video seluler terbaik,” tulis OpenSignal.
“Itu satu-satunya operator Indonesia yang mencapai peringkat pengalaman video yang ‘Baik’ di tingkat nasional dan peringkat ‘Sangat Bagus’ di tingkat regional.”
Oleh karenanya, semakin banyak pengguna terlibat dalam aktivitas streaming video yang berat data, semakin banyak kapasitas jaringan yang diperluas. Efeknya, menurunkan kualitas streaming video.
Meski, secara umumnya, operator cenderung memusatkan peningkatan jaringan dan kapasitas mereka di kota-kota besar, tetapi “sering kali peningkatan itu tidak dapat mengungguli permintaan yang semakin meningkat akan konsumsi data di kota metropolitan yang berpenduduk padat dan cerdas teknologi,” tulis OpenSignal.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: