
Timothy Harron dan Latisha | Instagram
Timothy Harron dan Latisha | Instagram
Cyberthreat.id - Sepasang suami istri penipu di Amerika Serikat (AS) tidak pernah menyangka bakal masuk penjara karena postingan Instagram. Timothy Harron dan Latisha punya kebiasaan menunjukkan rasa syukur dengan pamer gaya hidup mewahnya melalui postingan di Instagram.
Mereka biasa menggunakan hashtag seperti #blessed dan #millionairemindset kemudian menampilkan konten video dan gambar yang memperlihatkan makan malam mewah dan barang-barang mahal, hingga perjalanan dengan jet pribadinya.
Orang mungkin menganggap Harron adalah pekerja keras sehingga ia bisa kaya dan layak meraih kesuksesan. Padahal, uang yang mereka dapatkan bukan dari hasil keringat bekerja keras, tetapi dari hasil melakukan penipuan.
Harron dan Latisha, ditangkap di Las Vegas pada Rabu (27 Mei 2020) dan didakwa dengan pencurian $ 13 juta (Rp 188 miliar) dari program perawatan kesehatan North Carolina.
Keduanya membuat obituari kemudian menggunakan informasi dan data pribadi yang mereka temukan untuk mencari status Medicaid yang telah meninggal. Obituari adalah berita duka atau berita seseorang yang baru meninggal yang biasanya ditujukan untuk menjawab simpang siur seperti kesamaan nama, lelucon, hingga miskomunikasi.
Mereka berhasil mengelabui petugas dan membebankan biaya pengobatan korban pada negara bagian Tar Heel - julukan North Carolina - termasuk layanan perawatan fiktif. Medicaid adalah layanan asuransi kesehatan bagi warga negara AS yang berada di bawah garis kemiskinan.
Uang hasil penipuan itulah yang digunakan untuk membeli perhiasan, liburan, minuman keras mahal, mobil sport Aston Martin, hingga jet pribadi senilai $ 900.000 - yang semuanya dipamerkan Timothy di Instagram.
Jaksa AS untuk Distrik Timur North Carolina - yang membawa kasus ini setelah melakukan investigasi bersama Departement Health and Human Services (HHS) dan Internal Revenue Service (IRS) - menyatakan skema penipuan Harron dan Latisha merupakan kasus kesehatan paling buruk yang pernah menimpa Medicaid.
"Yang paling tercela adalah fakta bahwa kejahatan ini dituduhkan telah dilakukan di belakang mereka yang paling rentan: orang miskin, orang yang sudah meninggal, orang tua, dan orang cacat," kata Jaksa AS Robert Higdon Jr dilansir Daily Mail, Kamis (28 Mei 2020).
Sejak 2010, Latisha (44 tahun) mendirikan perusahaan perawatan kesehatan palsu yang dikenal Agape Healthcare Systems. Perusahaan ini membebani negara bagian North Carolina untuk layanan Medicaid palsu yang diberikan kepada orang-orang yang baru saja meninggal.
Pada 2012, Latisha pindah ke Maryland dan terus mengoperasikan perusahaan tersebut. Tahun 2017, ia pindah dari Maryland untuk tinggal bersama suaminya yang sekarang, Timothy (50 tahun) di Las Vegas. Keduanya terus meraup untung dari skema penipuan tersebut.
Timothy dan Latisha sebelumnya pernah dihukum karena terlibat aktivitas kriminal. Latisha dihukum karena pencurian identitas sementara dan Timothy dihukum karena penipuan kawat (wire fraud) dan pencucian uang pada tahun 2012. Keduanya berhasil menyembunyikan status masa lalunya sebagai kriminal ketika menjalankan Agape Healthcare Systems.
Pasangan suami istri ini menghadapi 54 dakwaan terkait wire transfer; 11 tuduhan melakukan transaksi di properti dengan penipuan dan pencucian uang; 6 tuduhan pencurian identitas yang diperburuk dengan konspirasi untuk melakukan pencucian uang dan penipuan perawatan kesehatan. Selain itu, Latisha juga didakwa membuat pernyataan palsu terkait masalah perawatan kesehatan.
Share: