
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Ratusan hingga ribuan situs web (website) Israel menjadi korban operasi serangan siber oleh sekelompok hacker untuk menandai Hari Al-Quds (Yerusalem). Kelompok hacker itu dikenal sebagai Hackers of Savior yang memiliki sembilan anggota dari negara-negara Muslim seperti Turki, Palestina, Maroko, Mesir, dan Gaza.
Hackers of Savior pertama kali menunjukkan kehadirannya dengan membuat halaman Facebook yang aktif sejak April 2020. Sejak saat itu kelompok hacker ini mulai menyerang berbagai organisasi/institusi.
Hacker of Savior melakukan operasi serangan deface terhadap lebih dari 2.000 situs web Israel. Kelompok itu menyebut operasi kali ini sebagai 'langkah pertama' dalam menargetkan infrastruktur Israel dan menggunakan operasi siber sebagai platform untuk memanggil sukarelawan.
Sebagian besar situs web Israel yang rusak berada di uPress, penyedia hosting WordPress yang populer. Hacker of Savior menggunakan kerentanan keamanan di plugin WordPress untuk mendistribusikan eksploitasi mereka.
Situs web yang ditargetkan termasuk situs Bang dan Olufsen Israel, Bet Gabriet, Yad L'Ahim, dan beberapa sekolah tinggi agama Yahudi dan program pasca sarjana.
Hacker mengganti halaman (home) website dengan gambar ibukota komersial Israel, Tel Aviv, berada dalam kobaran api. Halaman juga diisi dengan slogan tertentu. Mereka berusaha mendapatkan informasi pribadi dari pengguna dengan kode jahat yang meminta izin untuk mengakses webcam pengunjung.
Sebelumnya sudah banyak individu dan organisasi Israel dilanda serangan cyber yang parah. Sebagian besar serangan disebabkan oleh hacker yang disponsori negara.
Pada April 2020, hacker tak dikenal menargetkan sistem pasokan air dan fasilitas pengolahan Israel. Mereka berusaha mengganggu jaringan pabrik pengolahan air limbah, stasiun pompa air, hingga selokan.
Pada bulan yang sama, kelompok Florentine Banker meluncurkan operasi phishing yang ditargetkan terhadap perusahaan-perusahaan sektor keuangan berbasis di Israel. Serangan ini juga menargetkan individu-individu top di dalam perusahaan korban seperti CEO, CFO, dan personel kunci lainnya.
Grup Florentine Banker berhasil mengelabui tiga perusahaan ekuitas swasta Inggris untuk mentransfer uang mencapai $ 1,3 juta ke rekening bank mereka melalui serangan man-in-the-middle (MITM). Serangan dipersiapkan dengan matang dan hati-hati.
Share: