
Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Cyberthreat.id - Indonesia bersama negara-negara di dunia sedang bersiap menghadapi situasi New Normal sebagai bagian dari upaya menghadapi pandemi Covid-19. New Normal telah memaksa masyarakat untuk menggunakan teknologi ataupun layanan online untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 serta menerapkan protokol physical distancing.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementrian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, mengatakan salah satu rencana pemerintah dalam memasuki New Normal adalah mempersiapkan karyawan atau staf yang siap beradaptasi.
Ruang digital, kata Sammy, bukan lagi ruang yang tidak memiliki aturan serta harus dianggap sebagai realitas yang menyatu dalam kehidupan manusia.
"Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana berdamai dengan gadget-gadget yang mereka miliki. Dan bagaimana bisa memanfaatkan gadget untuk hal-hal yang produktif. Ini yang kami lakukan untuk memasuki norma baru (new normal)," kata Sammy dalam webinar Lebaran Virtual Bersama Kominfo, Minggu (24 Mei 2020).
Seluruh karyawan/staf Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kominfo akan dibekali dengan gadget mobility atau mobilitas perangkat agar mereka dapat bekerja dimana saja dan kapan saja.
"Diharapkan ini dapat dijadikan percontohan untuk memasuki new normal, khususnya di (sektor) pemerintahan," tuturnya.
Di kesempatan tersebut Sammy kembali menegaskan pemerintah telah menyiapkan Pusat Data Nasional yang diharapkan dapat selesai tahun ini. Pembangunan data center ini diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2018 dan Nomor 95 Tahun 2018 tentang Penyediaan Infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Lokasi Pusat Data Nasional nantinya akan ditempatkan di empat kota, yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Batam, Yogyakarta/Surabaya, dan Kota Bitung
"Mudah-mudahan tahun ini bisa kita selesaikan dan sudah mulai pembangunan," ujar dia.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengajak seluruh masyarakat Indonesia, mitra kerja Kominfo, maupun para pegawai Kominfo untuk berdamai dengan pandemi Covid-19 di hari raya Idul Fitri 1441 H. Berdamai, kata dia, bukan berarti menyerah dengan situasi.
"Berdamai adalah menyesuaikan diri dengan kedisiplinan yang tinggi untuk menjalankan protokol-protokol kesehatan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Johnny.
Johnny mengakui momentum Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tahun ini dijalankan dalam suasana yang berbeda. New Normal sudah terlihat kala silaturahmi yang secara tradisional dilakukan secara tatap muka, kini dilakukan secara virtual. Sebab, aspek non-medis juga menjadi prioritas untuk diterapkan.
"Tujuannya jelas agar kita terhindar dari infeksi virus Corona," tegas Johnny.[]
Redaktur: Arif Rahman
Share: