
Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg
Cyberthreat.id - Bos Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan setidaknya setengah atau 50 persen dari karyawan Facebook diperbolehkan untuk bekerja dari rumah (work from home) secara permanen.
"Kami akan menjadi perusahaan yang paling maju dalam pekerjaan jarak jauh sesuai dengan skala kami," kata Mark Zuckerberg dilansir The Verge, Kamis (21 Mei 2020).
Facebook, kata dia, akan melakukan protokol WFH dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab termasuk melakukan berbagai perhitungan secara terukur. Zuckerberg mengatakan 50 persen karyawan yang WFH dilakukan secara bertahap hingga 5 atau 10 ke depan.
"Saya pikir kita bisa mendapatkan sekitar setengah dari staf perusahaan kami akan bekerja dari jarak jauh secara permanen," ujarnya.
Ucapan Zuckerberg akan menandai perubahan yang monumental pada salah satu perusahaan teknologi yang paling berpengaruh di dunia. Facebook bisa saja merombak kebiasaan bekerja di kantor melalui tatap muka, tetapi juga membuktikan kepada dunia bahwa dunia semakin terhubung dengan teknologi.
Menurut Zuckerberg, dengan diterapkannya skema WFH pada karyawan, seluruh elemen Facebook diharapkan dapat lebih produktif serta bekerja efektif dan efisien. Pemikiran inilah yang menjadi salah satu faktor dalam pengambilan keputusan ini.
"Beberapa orang berpikir bahwa semuanya akan berantakan (saat WFH). Ternyata anggapan itu salah dan banyak orang sebenarnya mengatakan bahwa mereka lebih produktif sekarang."
Alasan lain yang turut mendukung kebijakan ini adalah banyak orang yang meninggalkan sebuah perusahaan dengan alasan mereka kerap berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, tetapi tidak mendapat dukungan.
"Jadi, pekerjaan jarak jauh akan membantu kami mempertahankan orang-orang kunci, dalam banyak hal, ini jauh lebih baik daripada harus merekrut orang baru," ujar Zuckerberg.
Tak hanya itu, perekrutan karyawan Facebook juga akan dilakukan secara jarak jauh. Saat ini Facebook Inc sedang mengembangkan banyak teknologi dan layanan obrolan video secara jarak jauh, seperti Messenger Rooms.
WhatsApp, layanan perpesanan raksasa milik Facebook, telah di-upgrade kapasitasnya sehingga memungkinkan seseorang menggunakan panggilan video/video call dengan delapan pengguna.
Kemudian Zuckerberg juga terus menerus mengembangkan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Kedua fitur itu memungkinkan obrolan video secara jarak jauh lebih nyata serta memberikan banyak manfaat terhadap berbagai sektor.
"Dengan bekerja remote, akses kami kepada berbagai talenta di banyak negara akan terbuka luas. Teknologi yang sedang kami kembangkan sekarang juga akan berkembang sesuai dengan berbagai karakter di banyak negara." []
Redaktur: Arif Rahman
Share: