IND | ENG
BSSN Rutin Cek Keamanan Aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi

BSSN Rutin Cek Keamanan Aplikasi PeduliLindungi
Tenri Gobel Diposting : Kamis, 21 Mei 2020 - 08:38 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Sejak diluncurkan pada akhir Maret lalu hingga 21 Mei, aplikasi PeduliLindungi telah diunduh 3,7 juta kali.

Pemerintah menegaskan, aplikasi tersebut dijamin keamanannya dan data pengguna tidak dibagikan kepada siapa pun. Aplikasi juga secara berkala diperiksa oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Kalau ada orang yang kemudian meragukan sekuritinya, saya kira itu berlebihan,” ujar Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Ahmad M. Ramli, di webinar yang ditayangkan di Kemkominfo TV, Rabu (20 Mei 2020).

Setiap muncul fitur baru atau merilis versi terbaru, Ahmad mengatakan, BSSN selalu melakukan pemeriksaan terlebih dulu.

Ahmad mengatakan PeduliLindungi dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga data yang dikumpulkan oleh aplikasi tidak dibagikan ke luar negeri. Artinya, kata dia, keamanannya pun bisa dijamin oleh pemerintah.

Oleh karenanya, untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19), ia mengimbau agar masyarakat menginstal aplikasi.

“Sangat banyak manfaatnya khususnya kalau kita berhadapan dengan daerah-daerah yang harus menjadi perhatian kita. Pak Jokowi juga pada rapat kabinet April lalu meminta ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dengan pengawasan) itu dipastikan untuk mengunduh aplikasi ini,” kata dia.

PeduliLindungi adalah aplikasi yang memberitahu kepada pengguna jika berada di wilayah rawan Covid-19. Selain berbagi lokasi, aplikasi ini juga menggunakan teknologi Bluetooth untuk saling terkoneksi dengan sesama pengguna ketika berada di satu wilayah—tentu saja dalam radius capaian Bluetooth.

Dengan saling terkoneksi secara anonim, aplikasi ini merekam dengan siapa saja pengguna pernah berkontak. Dengan begitu, jika pengguna tersebut, misalnya, terinfeksi virus, pemerintah bisa melacak riwayat kontak sebelumnya.

Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama Ditjen PPI Kominfo, Indra Maulana, menambahkan, PeduliLindungi  tidak serta merta menarik data dari semua orang yang menginstalnya.

PeduliLindungi baru akan menarik data dalam hal diketahui ada positif, PDP, maupun ODP. Data yang ditarik pun terbatas, fungsinya adalah untuk melindungi anggota masyarakat yang lain. Data Bluetooth itu pun dijaga keamanannya dengan aplikasi yang sudah distandarkan dan sudah diperiksa keamanannya oleh BSSN,” kata Indra.

PeduliLindungi, kata Indra, juga sudah melewati pemeriksaan Google atau Apple sebagai prasyarat aplikasi dapat masuk ke toko resmi mereka.

“Aplikasi telah melewati pengecekan mendalam baik di Google maupun Apple. Jadi, kami tegaskan bahwa data pribadi yang ada di aplikasi aman,” kata dia.

Ketika masa pandemi Covid-19 sudah selesai nanti, Indra mengatakan, seluruh data pribadi akan dihapus. Selama ini data tersebut hanya tersimpan di pemerintah dan pengembang, yaitu PT Telkom.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#covid-19   #workfromhome   #wfh   #ASN   #pedulilindungi   #tracetogether   #kominfo

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Menkominfo Tantang Media Adopsi Perkembangan Teknologi
INA Digital Mudahkan Masyarakat Akses Layanan Publik dalam Satu Aplikasi