
Ilustrasi Zoom
Ilustrasi Zoom
Cyberthreat.id - Aplikasi konferensi video Zoom menutup pendaftaran baru untuk versi gratis bagi pengguna perseorangan. Kebijakan itu diberlakukan bagi pengguna di China daratan.
Dilansir dari Reuters, pihak perusahaan mengumumkan keputusan itu pada Selasa (19 Mei 2020). Dengan demikian, Zoom membatasi pengguna baru di China daratan hanya untuk pelanggan perusahaan.
Pengguna gratis di sana masih dapat mengikuti rapat yang diselenggarakan oleh pelanggan terdaftar, sedangkan pendaftaran pengguna baru hanya tersedia untuk pelanggan perusahaan yang mendaftar melalui perwakilan perusahaan resmi.
Langkah itu dilakukan untuk mengurangi eksposur perusahaan ke China dan mencegah konsumen berbondong-bondong ke Zoom, kata analis DA Davidson Rishi Jaluria.
"Eksposur China telah menjadi sedikit perhatian dari perspektif media, terutama setelah adanya laporan tentang data dialihkan melalui server dii China," kata Jaluria.
Nikkei Asia melaporkan pembatasan pada akun individu China pada aplikasi Zoom karena peraturan di negara itu dan perusahaan telah berada di bawah pengawasan Amerika Serikat dan China menyusul meningkatnya tensi perdagangan antara kedua negara.
Seperti diketahui, meskipun beroperasi dari California, aplikasi besutan Eric Yuan itu kerap dikaitkan membawa kepentingan pemerintah China, meskipun telah berkali-kali dibantah.
Pembatasan aktivitas di luar rumah seperti kebijakan lockdown yang ditempuh sejumlah negara di tengah pandemi virus corona membuat banyak orang menggunakan Zoom untuk tetap terhubung dengan keluarga atau organisasi kerja mereka.
Namun, Zoom menghadapi serangan balasan dari para pakar dan pengguna keamanan dunia maya atas sejumlah masalah privasi dan keamanan yang menyebabkannya menghentikan pengembangan fitur baru selama 90 hari.[[]
Share: