
Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Cyberthreat.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merilis alat diagnosis Covid-19 berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, Selasa (18 Mei 2020). Alat ini diklaim dapat mendeteksi virus dalam hitungan menit.
"Dengan AI, maka hasil pemeriksaan bisa didapat 2-3 menit," kata Kepala BPPT, Hammam Riza dalam pernyataan resminya di Jakarta.
Sistem deteksi dini Covid-19 berbasis AI ini memanfaatkan data X-Ray dan CT (computed tomography) scan terhadap pasien positif maupun negatif Covid-19. Proses analisis memanfaatkan model machine learning (pembelajaran mesin/ML) dan deep learning (pembelajaran mendalam/DL).
Hammam menambahkan, untuk sistem pengelolaan citra/data medik berbasis AI diluncurkan hari ini (18 Mei 2020), di beberapa rumah sakit untuk dipakai radiolog.
"Pengelolaan citra medik berbasis AI untuk mengolah data X-Ray dan CT-scan diharapkan dapat menjadi alat bantu dan pemandu penegakan diagnosis pada pasien-pasien suspect Covid-19," ujar Hammam kepada Antara.
Ada delapan rumah sakit yang menjadi target pengimplementasian, seperti Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Rumah Sakit Umum Zainal Abidin di Aceh.
Sistem tersebut akan mempercepat para radiolog dan dokter dalam proses diagnosis Covid-19. Sistem citra medik juga akan menjadi sistem pendukung keputusan radiolog dan dokter mendiagnosis pasien Covid-19.
Kendati demikian, Hammam menyebutkan bahwa masih ada sejumlah tantangan dan kendala yang harus dihadapi, salah satunya tidak semua rumah sakit memiliki mesin CT scan dan X-ray. Data CT scan dan X-ray pasien juga perlu dijaga kerahasiannya.
"Data CT scan dan X-ray dari dalam negeri sedang dikumpulkan dan data pasien bersifat anonim dan perlu dijaga kerahasiannya," ujarnya.[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: