
Rudiantara mengaku optimistis target tersebut sangat mungkin tercapai seiring dengan program 1.000 Startup Digital yang masih berjalan sejak diluncurkan pada 2016. Ilustrasi | Businessworld.in
Rudiantara mengaku optimistis target tersebut sangat mungkin tercapai seiring dengan program 1.000 Startup Digital yang masih berjalan sejak diluncurkan pada 2016. Ilustrasi | Businessworld.in
Jakarta, Cyberthreat.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, saat ini jumlah bisnis rintisan (startup) di Indonesia sudah mencapai ribuan.
Namun, bisnis rintisan yang menjadi binaan Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri baru mencapai 890 melalui program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Ia menargetkan 1.000 bisnis rintisan bisa tercapai pada 2020.
Menurut Rudiantara, melalui program itu pemerintah ingin mencari startup yang benar-benar tepat. “Artinya melewati proses inkubasi dan akselerasi sehingga mereka siap untuk pendanaan seri berikutnya,” ujar dia di Jakarta, Senin (18/3/2019).
Ia tidak ingin keberadaan startup bukan sekadar berdasarkan seed funding (pendanaan tahap awal). Jika hanya berdasarkan seed funding, kata dia, ribuan startup sudah ada. “Siapa saja bisa bikin startup, enggak perlu izin, cukup registrasi,” ujar dia.
Menurut Rudiantara, untuk meraih pendanaan seri A dari investor, startup harus melewati beberapa proses yang sifatnya wajib.
Dalam Debat Ketiga Pilpres 2019, Minggu (17/3/2019), Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 01 Maruf Amin sempat menyebutkan, bahwa selama lima tahun terakhir jumlah startup di Indonesia telah mencapai 1.000. Bahkan, ia memprediksi hingga 2024 pemerintah dapat membangun 3.500 startup.
Menanggapi hal itu, Rudiantara mengaku optimistis target tersebut sangat mungkin tercapai seiring dengan program 1.000 Startup Digital yang masih berjalan sejak diluncurkan pada 2016.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: