
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Polisi Amerika Serikat (AS) diduga menggunakan alat peretas (hacking tools) milik NSO Group yang dikenal karena mengembangkan spyware Pegasus. NSO Group, vendor Israel yang terkenal karena menjual teknologi peretasan ke berbagai negara, ternyata juga menjual produknya ke AS.
Kabar ini berdasarkan dokumen yang diperoleh peneliti Motherboard. Berita ini sekaligus membuktikan upaya NSO untuk memasuki pasar AS. Seorang pejabat penegak hukum AS menyebut teknologi peretasan milik NSO Group "hebat dan luar biasa".
Kabar ini dapat memperkeruh kasus gugatan antara WhatsApp dan NSO Group di pengadilan yang kini sedang berjalan. Dalam gugatannya, WhatsApp mengklaim teknologi NSO digunakan untuk menargetkan nomor telepon dengan kode area Washington DC.
WhatsApp menggugat NSO Group tahun lalu karena secara ilegal menggunakan server WhatsApp untuk mengirim malware dalam upaya meretas ratusan ponsel. NSO Group menolak gugatan tersebut dan berdalih server itu bukan perusahaan AS dan tidak di bawah yurisdiksi hukum AS.
Tetapi, dokumen yang diterbitkan VICE pada Selasa (12 Mei 2020) menunjukkan Westbridge Technologies yang berbasis di Bethesda, Maryland, mengirimkan layanan peretasan ponsel yang dijuluki Phantom ke Departemen Kepolisian San Diego.
Perusahaan itu juga mengklaim sebagai "cabang NSO Group Amerika Utara." Mantan presiden Westbridge Technologies, Terry Divittorio, menyatakan perusahaan itu adalah "afiliasi dari Q Cyber Technologies yang berbasis di AS".
NSO Group dalam sebuah pernyataan hari Selasa (12 Mei 2020) menyatakan produk mereka yang dijual kepada pemerintah asing tidak dapat digunakan untuk melakukan pengawasan (cybersurveillance) di AS.
"Tidak ada pelanggan yang diberikan teknologi yang memungkinkan penargetan ponsel dengan nomor AS," demikian keterangan NSO Group.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan NSO bukan perusahaan rekanan atau perusahaan induk dari Westbridge Technologies. NSO menegaskan "tidak memiliki kendali atas Westbridge Technologies".
Kepolisian Dan Diego membantah telah membeli produk Phantom. Teknologi Phantom diduga memilki kemampuan "mengubah ponsel target menjadi tambang emas intelijen".
Teknologi yang dibuat oleh Westbridge Technologies sangat mirip dengan produk NSO Group yang dikenal sebagai Pegasus. Keduanya menawarkan kemampuan untuk mengumpulkan data, seperti GPS dan SMS, tanpa diketahui pengguna.
Share: