IND | ENG
Angela Merkel: Hacker Rusia Menyakiti Saya

Kanselir Jerman Angela Merkel

Angela Merkel: Hacker Rusia Menyakiti Saya
Arif Rahman Diposting : Kamis, 14 Mei 2020 - 06:31 WIB

Cyberthreat.id - Kanselir Jerman Angela Merkel mengonfirmasi dirinya menjadi target dari hacker yang terkait dengan badan intelijen militer Rusia (GRU). Merkel menjawab pertanyaan yang diajukan parlemen Jerman terkait laporan sebuah majalah pekan lalu yang menyatakan GRU mengakses email dari kantor konstituen-nya dalam sebuah serangan peretasan pada 2015.

"Ini menyakitkan bagi saya," kata Merkel yang menyebut peretasan itu sebagai aksi keterlaluan.

Meski demikian, Merkel menyatakan akan tetap "berusaha menjalin hubungan baik dengan Rusia". Peretasan tahun 2015 yang dilaporkan oleh majalah Spiegel melibatkan pencurian data dari komputer di parlemen Jerman.

Pada 2018, jaringan IT pemerintah Jerman juga mendapat serangan siber. Ketika itu peretasan juga dihubungkan dengan hacker Rusia, sementara pemerintah Rusia membantah telah meretas data parlemen Jerman.

Apa yang diperoleh GRU?

Menurut Spiegel, pakar cyber Jerman berhasil merekonstruksi sebagian serangan peretasan dan menemukan dua inbox dari email di kantor Merkel telah diretas. Inbox itu dilaporkan berisi email dari tahun 2012 hingga 2015.

Pada 2016, badan intelijen domestik Jerman secara terbuka menuduh kelompok hacker yang bekerja untuk Rusia berada di belakang berbagai serangan siber. Kelompok itu dikenal sebagai Fancy Bear atau APT28.

Kelompok ini juga yang diduga berada di balik serangan siber pada pemilihan umum Amerika Serikat (AS) tahun 2016.

"Setiap hari saya mencoba membangun hubungan yang lebih baik dengan Rusia dan di sisi lain ada bukti kuat bahwa pasukan Rusia melakukan (peretasan) ini," kata Merkel seperti dikutip dari AFP, Rabu (13 Mei 2020).

Merkel mengatakan peristiwa peretasan yang dialaminya bukan hal baru dan akan menjadi tantangan ke depan. Ia menyebut "disorientasi dunia maya, distorsi fakta" sebagai bagian dari strategi Rusia.

Dua tahun lalu, juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, membantah Rusia telah meretas parlemen Jerman (Bundestag). Ia bahkan menanggapinya dengan lelucon yang lucu.

"Kami masuk ke Bundestag hanya sekali, pada tahun 1945, saat membebaskan Berlin dari momok Nazi. Pada saat itu, Rusia disebut Reichstag," ujar Zakharova.

Mengapa hacker Rusia menargetkan Jerman?

Badan intelijen domestik Jerman percaya serangan Rusia terhadap organisasi dan institusi negara Jerman dilakukan untuk mengumpulkan data intelijen. Hubungan antara Rusia dan kekuatan ekonomi Uni Eropa, serta relasi Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin sangat kompleks.

Di satu sisi, Merkel dengan cepat mengutuk pencaplokan Krimea Rusia dari Ukraina tahun 2014, dan telah mempertahankan sanksi Uni Eropa yang berkelanjutan. Tetapi, dia juga memperjuangkan pipa Nord Stream 2, yang menggandakan jumlah gas Rusia masuk ke Eropa melalui Jerman.

Saat ini ribuan perusahaan Jerman masih berbisnis dengan Rusia dan beberapa perusahaan melobi untuk menentang sanksi. Menurut perusahaan Jerman, sanksi terhadap Rusia bakal melemahkan perdagangan.[]

#Hacker   #Rusia   #Jerman   #serangansiber   #email   #angelamerkel   #keamananinformasi

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes
Serangan siber di Rumah Sakit Ganggu Pencatatan Rekam Medis dan Layanan UGD