
BSSN Terbitkan Pedoman Proteksi Serangan DDoS Bagi UKM
BSSN Terbitkan Pedoman Proteksi Serangan DDoS Bagi UKM
Cyberthreat.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menerbitkan pedoman bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk melindungi situs web mereka dari serangan Distribute Denial of Services (DDos).
"43 persen serangan siber menargetkan kelompok UKM namun segala keterbatasan yang ada membuat UKM belum bisa memenuhi aspek keamanan siber," tulis BSSN di akun sosial medianya dilihat, Rabu (6 Mei 2020).
Padahal, menurut BSSN, keberlangsungan UKM sangat penting bagi ketahanan perekonomian Indonesia karena UKM memberikan kontribusi kepada PDB 60 persen dan penyerapan tenaga kerja sampai 97 persen.
Itu sebabnya, untuk memproteksi UKM dari serangan siber, BSSN menilai perlu adanya pedoman bagi UKM untuk melindungi diri dari serangan DDoS.
Seperti diketahui DDos adalah serangan yang dilakukan oleh pihak tertentu dengan tujuan untuk membuat sistem atau jaringan tidak dapat diakses. Salah satu contohnya, jika diserang DDoS, pengguna tidak dapat mengakses situs atau aplikasi tempat UKM memperjualbelikan barang di situsnya atau marketplace.
Dalam jangka pendek proses bisnis UKM akan terganggu. Dalam jangka panjang, jika serangan DDoS terus terjadi maka keberlangsungan bisnis UKM menjadi taruhannya.
Serangan DDoS terjadi ketika penyerang mengirimkan sesuatu (paket data) yang terus menerus (traffic) yang berbahaya dalam jumlah yang besar ke jaringan atau server yang ditargetkan.
Salah satu metode yang digunakan oleh penyerang adalah menggunakan Botnet.
"Botnet adalah sekumpulan komputer yang terhubung ke internet dn telah ditundukan serta dikendalikan dari jarak jauh oleh penyerang untuk tujuan jahat dan ilegal," tulis BSSN.
Dalam pedoman itu, BSSN memberikan sejumlah tips yang dapat digunakan oleh UKM untuk melindungi sistem atau jaringan mereka.
Klik di sini untuk mengunduh Pedoman Proteksi terhadap Serangan DDoS untuk UKM dari BSSN tersebut.[]
Share: