IND | ENG
BSSN Dilibatkan dalam Investigasi Pelanggaran Data Tokopedia

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G Plate. | Foto: Arsip BNPB

BSSN Dilibatkan dalam Investigasi Pelanggaran Data Tokopedia
Faisal Hafis Diposting : Senin, 04 Mei 2020 - 17:02 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Tokopedia membentuk tim khusus guna menginvestigasi secara mendalam terhadap kebocoran data di platform pasar daring Tokopedia.

"Kominfo, BSSN dan Tokopedia secara serius akan melakukan evaluasi, penyelidikan, dan mitigasi teknis. Kami akan meng-update perkembangannya setelah evaluasi tim teknis selesai dilakukan," kata Menkominfo Johnny G. Plate dalam konferensi pers secara daring via YouTube, Senin (4 Mei 2020).

Menurut Johnny, peretas mungkin telah masuk ke dalam basis data milik Tokopedia, hingga mengakibatkan data pengguna mencakup nama, nomor telepon, alamat surat elektronik dan sebagainya bocor. Namun, "Tokopedia menyatakan data-data keuangan dan akun pelanggan aman," ujar dia.

"Tadi disampaikan [oleh Tokopedia], security system-nya belum bisa diterobos. Walaupun data terkait dengan nama, email, nomor telepon barang kali sebagiannya saja sudah diambil peretas," jelas Johnny.

Ia mengimbau khususnya pelanggan Tokopedia sangat disarankan untuk mengubah kata sandi akun secara rutin. Mengingat hal ini bukan kejadian pertama kali bagi perusahaan pasar daring di Indonesia terrkait kebocoran data, Johnny menyebutkan Kominfo bersama BSSN akan selalu berkolaborasi dengan seluruh e-commerce di Tanah Air.

"Dari waktu ke waktu, [kami akan] terus meningkatkan kemampuan security system untuk menjaga dan memberikan perlindungan terhadap data pribadi atau data-data milik pemilik akun di e-commerce kita," ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa pemerintah akan memastikan bahwa roda ekonomi digital akan tetap berjalan baik dan lancar. “Kami tidak akan mau digaggu oleh peretas data [...] setiap peretasan data akan ditindaklnjuti agar tidak mengganggu jalannya e-commere  Indonesia,” ujar Johnny.

Pada 2 Mei lalu, Under the Breach, perusahaan keamanan siber asal Israel, mendapati seorang peretas (hacker) telah membagikan basis data pengguna Tokopedia di forum darknet, RaidForums.

Saat pertama kali berbagi data di forum, peretas mengklaim telah memiliki basis data 15 juta pengguna. Namun, saat data itu dijual, mereka mengklaim memiliki total 91 juta data pengguna.

Basis data tersebut ditawarkan dengan harga US$ 5.000 atau sekitar Rp 74.375.000 dengan nilai tukar saat berita ini ditulis (US$ 1= Rp 14.875).[]

Redaktur: Andi Nugroho

#tokopedia   #databreach   #hacker   #databocor   #perlindungandatapribadi   #peretasan   #kejahatansiber   #cyberthreat   #cyberattack   #cyberrisk   #ancamansiber   #serangansiber

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Hacker China Targetkan Tibet dengan Rantai Pasokan, Serangan Watering-Hole
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade