
WhatsApp Bibit Slamet Riyanto diretas hacker
WhatsApp Bibit Slamet Riyanto diretas hacker
Cyberthreat.id - Akun WhatsApp mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto diretas hacker. Pelaku kemudian meminta kiriman uang ke sejumlah orang menggunakan nama Bibit.
"Akun WhatsApp saya ada yang retas dan diambil alih. Mohon jangan direspon bila ada WA saya pinjam uang, atau minta uang. Diabaikan saja, mohon bisa disampaikan ke yang lain," kata Bibit kepada Cyberthreat.id, Minggu (3 Mei 2020).
Salah satu yang menerima pesan permintaan kiriman uang menggunakan akun WhatsApp Bibit yang telah diambil alih adalah Nurlis Effendi, Pemimpin Redaksi Cyberthreat.id.
Bersama Bibit, Nurlis pernah menulis buku berjudul "Koruptor Go to Hell" pada 2009 lalu.
Dalam pesan yang diterima Nurlis, pelaku peretasan meminta dikirimkan uang sebesar Rp1,7 juta ke rekening BNI atas nama Susianti dengan nomor rekening 091508098.
"Besok dananya saya ganti ya. Urgent," tambah peretas yang mengambil alih akun Bibit tersebut.
Nurlis yang tak yakin pesan itu dari Bibit, mencoba menanyakan tentang buku kiriman buku. Namun, pelaku menghindar dengan berdalih,"Tar dibahas itu, sekarang saya dengan Pak Jasin lagi bahas calon Kemenag untuk menggugurkan calon pernah bermasalah."
Dana 1,7 juta tadi sudah dikirim apa belum?" tambah pelaku peretasan.
Jasin yang dimaksud kemungkinan adalah Mohammad Jasin yang juga mantan Wakil Ketua KPK. Jasin dan Bibit saat ini bergiat di Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK). Di organisasi itu, Bibit duduk sebagai Ketua Umum.
Pelaku juga telah mengubah pengaturan grup WhatsApp DPP GMPK yang dibuat Bibit. Setelah diubah, hanya nomor telepon Bibit yang telah diambil alih itu yang bisa mengirim pesan ke grup. Padahal, sebelumnya seluruh anggota grup bisa mengirim pesan.
Belakangan, pelaku mengeluarkan sejumlah orang dari grup tersebut.[]
Share: