IND | ENG
Sekarang Ada Peta Kecamatan Rawan Corona se-Indonesia di Situs Covid19.go.id

Peta Kecamatan Rawan Covid-19 se-Indonesia di Situs Covid-19.go.id

DATA COVID-19
Sekarang Ada Peta Kecamatan Rawan Corona se-Indonesia di Situs Covid19.go.id
Yuswardi A. Suud Diposting : Selasa, 28 April 2020 - 19:47 WIB

Cyberthreat.id - Situs resmi covid19.go.id yang dikelola Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mulai menampilkan peta tingkat kerawanan per kecamatan terkait persebaran virus corona penyebab penyakit Covid-19.

Diakses pada Selasa sore (28 April 2020), data tingkat kerawanan per kecamatan ini menempel pada peta sebaran yang disematkan di kanal 'Sebaran' pada link https://covid19.go.id/peta-sebaran

Untuk melihat peta tingkat kerawanan per kecamatan ini, pengguna bisa masuk dari menu "Layer Peta" di sudut kanan gambar peta. (Bagi yang mengakses lewat ponsel, harus memutar ponsel dengan posisi mendatar untuk bisa klik menu 'Layer Peta').

Pada menu "Layer Peta" ada tiga sub menu berupa: sebaran kasus per provinsi, kecamatan rawan, dan sebaran laboratorium. Centang "Kecamatan Rawan" untuk melihat data kerawanan per kecamatan.

Tingkat kerawanan dibagi dalam tiga katagori yaitu kerawanan tinggi (high) yang ditandai dengan warna merah, kerawanan sedang (medium) ditandai dengan warna kuning, dan kerawanan rendah (low) yang ditandai dengan warna hijau.

Dari total 7.094 kecamatan di Indonesia, data yang dimunculkan baru 2.935 kecamatan. Dari jumlah itu, 292 kecamatan tergolong kerawanan tinggi, 582 sedang, dan 2.061 kecamatan tergolong kerawanan rendah.

Sebagai contoh, ketika Cyberthreat.id mengklik Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, muncul pemberitahuan kecamatan itu termasuk kerawanan tinggi. Ada juga tautan link yang ketika diklik mengarahkan pengguna ke Google Maps yang memberitahukan detail posisi kecamatan itu.

Sayangnya, tidak ada penjelasan tentang indikator yang digunakan untuk menggolongkan sebuah kecamatan termasuk katagori kerawanan tinggi, sedang, atau rendah.

Yang agak menyulitkan, penandaan di peta berupa noktah berwarna merah, kuning dan hijau terlalu kecil dan samar sehingga  tidak eye-catching. Walau pun sudah di-zoom untuk memperbesar peta, tetap tidak banyak membantu karena hanya tampilan petanya yang membesar, sementara titik yang berwarna merah, kuning dan hijau tetap kecil.  

Selain itu, tidak ada menu pencarian yang dapat memudahkan pengguna untuk mencari kecamatan tertentu. Satu-satunya cara adalah dengan menggeser peta untuk mencari posisi kecamatan yang ingin dilihat statusnya.   

Sebagai contoh, jika Anda baru saja melihat status kecamatan Tanjong Priok di Jakarta Utara, lalu ingin melihat status Kecamatan Meuraxa di Banda Aceh, Anda harus menggeser peta ke posisi Banda Aceh dan mencari letak Kecamatan Kutaraja, baru kemudian mengklik titiknya untuk mendapatkan status kecamatan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, situs Covid19.go.id sejak Selasa pagi (28 April) telah menambah jenis data terkait perkembangan penanganan Covid19. Data baru yang dimunculkan antara lain riwayat sebaran Covid19 sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret; perkembangan kasus sembuh, meninggal dan dalam perawatan per hari; perkembangan kasus per provinsi; jenis kelamin; kelompok umur; gejala yang dialami dan penyakit penyerta yang dialami oleh pasien positif Covid-19. Ada juga data tren nasional dari hari ke hari. Data ditampilkan dalam bentuk peta dan grafis interaktif yang cukup informatif.  

Namun, data klaster penularan belum ada. Sebagai contoh, klaster penularan dari pertemuan jamaah tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan, yang telah menyebar ke sejumlah daerah lain, tidak ada datanya di sana.   

Kekurangan lainnya, data berupa sejumlah grafis interaktif yang baru dimunculkan situs covid19.go.id itu tidak kompatibel untuk pengguna ponsel.

Ketika cyberthreat.id mengakses lewat ponsel, grafis tersebut hanya muncul sebagian. Ketika tampilannya dikecilkan agar memuat keseluruhan data, datanya malah jadi menumpuk, bahkan ketika ponsel diputar mendatar.

Tampilan ketika diakses menggunakan ponsel

Hingga 28 April 2020, jumlah orang yang terpapar virus corona di Indonesia bertambah 415, menjadi 9.511 kasus. Dari jumlah itu, 773 orang meninggal (8,13 persen dari total kasus), sembuh 1.254 orang (13,18 persen), dan 7.484 dalam perawatan (78,69 persen).

Bagaimana, sudahkah mengecek status kecamatan Anda? []

#corona   #online   #dashboard   #petainteraktif   #covid19   #updatecoronaindonesia   #klasterpenularan

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Menkominfo Kecam Peretasan Laman kompas.id
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id