
64% dari semua aktivitas web browser secara global adalah pengguna Chrome
64% dari semua aktivitas web browser secara global adalah pengguna Chrome
Cyberthreat.id - Setelah pandemi Covid-19 menyeruak sebagian besar tenaga kerja global mulai bekerja dari rumah. Work From Home (WFH) membuat pekerja/staf/karyawan menggunakan jaringan yang lebih rentan terhadap berbagai serangan siber.
Hingga saat ini terdapat ribuan insiden phishing dan penipuan yang menargetkan individu dan bisnis. Sebagai contoh, di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, kerugian akibat serangan itu masing-masing mencapai $ 19 juta (Rp 294 miliar) dan $ 2,1 juta (Rp 32,5 miliar) sejak pandemi Covid-19 bergulir.
Salah satu persoalan krusial dalam mengatasi masalah ini adalah pilihan web browser yang anda gunakan. Web browser atau peramban adalah faktor paling penting bagi pengguna dalam menjaga keamanan dan privasi.
Kenapa web browser?
Web browser adalah media utama bagi pengguna untuk berinteraksi dengan internet. Banyak informasi berharga, termasuk identitas pengguna dan kredensial kartu, disimpan dengan berbagai cara di browser yang berbeda.
Akses ilegal ke peramban Anda dapat membocorkan kredensial dan menyebabkan kerusakan permanen pada sistem komputer Anda. Itu belum termasuk serangan virus dan malware.
Data mengatakan sekitar 64% dari semua aktivitas web browser secara global adalah pengguna Chrome. Sekitar 19 persen di Safari sementara sisanya adalah web browser lain yang sedang bersaing dengan berbagai fitur unik. Persaingan web browser sudah berlangsung selama beberapa dekade dan masing-masing pengembang berlomba meningkatkan keamanan dan privasi pengguna.
Selama pandemi Covid-19, raksasa seperti Google, Microsoft, Mozilla Firefox, dan pembuat browser web lainnya terus menerus mendorong pembaruan rutin untuk mengamankan browser dari penjahat cyber.
Google Chrome
Google sempat menghentikan rilis Chrome v81 pada pertengahan Maret untuk menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan gangguan/serangan parah pada operasi jarak jauh. Google kemudian melanjutkan pembaruan keamanan reguler untuk web browser populer mulai April dan seterusnya.
Perhatikan poin berikut ini:
1. Baru-baru ini Google mengumumkan akan memperluas program verifikasi iklannya di seluruh peramban alih-alih hanya menerapkannya pada iklan politik. Kebijakan ini dapat mengekang kegiatan menyesatkan atau penipuan yang terkait dengan Covid-19.
2. Semua pengiklan harus memberikan identifikasi pribadi, dokumen pendirian bisnis, negara asal, atau catatan resmi lainnya untuk memverifikasi diri mereka di platform sebelum diizinkan membayar iklan di jaringan Google.
3. Google akan memberi pengiklan waktu 30 hari untuk mengirimkan dokumen. Jika mereka gagal melakukannya, iklan sponsor mereka akan ditarik.
Selain itu, Google Cloud telah meluncurkan BeyondCorp Remote Access, produk berbasis cloud baru bagi karyawan untuk secara aman mengakses aplikasi web internal perusahaan dari perangkat dan lokasi mana pun. Raksasa teknologi ini mengatakan kebijakan ini bisa menjadi tantangan bagi pihak-pihak yang menyebar ancaman terhadap remote akses VPN.
Pembaruan Microsoft Edge
Microsoft secara bertahap membangun peramban Edge-nya untuk menggantikan Internet Explorer (IE). Browser Edge dibangun di atas browser Chromium. proyek open-source serupa yang digunakan sebagai basis untuk Google Chrome dan beberapa browser lainnya.
1. Pekan pertama bulan April, Microsoft menambahkan fitur keamanannya yang dianggap langkah kecil namun sangat penting bagi browser Edge-nya. Sekarang browser ini bisa menyembunyikan password yang panjang di pengelola password.
2. Pada akhir Maret, Microsoft mengumumkan tiga fitur keamanan utama: Password Monitor, mode InPrivate, serta pelacakan dan pencegahan guna memperkuat keamanan dan privasi pengguna browser Edge-nya.
Pembaruan Mozilla Firefox
Web browser open-source oleh Mozilla sering menjadi berita utama mengenai fitur privasi dan keamanannya termasuk patch dan kerentanan.
1. Mozilla Firefox 76 mengumumkan mode 'HTTPS Only' yang fungsinya secara otomatis melakukan update HTTP ke HTTPS saat menjelajah web dan memblokir semua koneksi yang tidak dapat di-upgrade.
2. Mozilla mengatakan "mode baru ini akan membuat sistem operasi dan aplikasi tetap mutakhir sekaligus menawarkan lingkungan komputer yang aman dengan hanya mempercayai koneksi yang aman".
3. Pengguna perlu mengaktifkan fitur secara manual dengan mengubah pengaturan 'dom.security.https_only_mode' ke 'True' di about: config.
Kesimpulan
Perubahan prinsip keamanan saat bekerja dari jarak jauh seperti belajar dan beribadah di rumah telah menjadikan tantangan bagi karyawan dan entitas bisnis di dunia. Namun, jika semua pihak mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan menggunakan perangkat lunak dan program yang otentik, informasi Anda akan tetap aman dan terjamin.
Share: