
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Masih ingat dengan Hanwang Technology Ltd?
Jika masih asing, kami ingatkan kembali. Hanwang atau Hanvon adalah perusahaan China yang mengembangkan teknologi pengenalan wajah pertama untuk mengidentifikasi orang-orang saat bermasker.
Langkah Hanwang ternyata juga diikuti oleh perusahaan kecerdasan buatan (A) Israel, Corsight AI.
Pada Minggu (26 April 2020), perusahaan mengumumkan akan segera memasarkan teknologi pengenalan wajah (facial recognition) yang bisa mendeteksi orang-orang di balik masker, kacamata, dan pelindung plastik.
Berita Terkait:
Kemunculan teknologi Hanwan dan Corsight merespons kondisi di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Banyak orang memakai masker dan pelindung plastik di bagian wajah untuk melindungi dari penularan virus. Namun, penggunaan masker bisa disalahgunakan oleh seorang penjahat untuk mengelabui penegak hukum.
Mendapatkan sokongan dana sebesar US$ 5 juta dari investor asal Kanada, Awz Ventures—perusahaan yang fokus pada teknologi intelijen dan keamanan—Corsight mengatakan, modal itu akan dipakai untuk memasarkan platform dan melanjutkan pengembangan.
Corsight mengatakan platformnya dapat memproses informasi seseorang melalui kamera video. Identifikasi seseorang juga dapat dikenali dalam cahaya level sangat rendah.
"Kemampuan yang kami bangun ini bisa digunakan pemerintah (di bandara, kantor pemerintahan, penegak hukum dll) untuk memerangi kejahatan. Juga, solusi untuk mengenali orang-orang selama krisis coronavirus," kata Ofer Ronen, Kepala Keamanan Cortica seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Senin (27 April 2020).
Ronen mengatakan, saat ini ada banyak perusahaan pengenalan wajah di seluruh dunia yang bersaing untuk maju lebih jauh. “Ini seperti Perang Dingin," kata Ronen.
Teknologi inti Corsight, kata dia, siap diluncurkan melalui mitra internasional. Ia berharap mesin pengenalan wajah Corsight akan menjadi komponen yang diterapkan di sebanyak mungkin platform di seluruh dunia.
Corsight yang berbasis di Tel Aviv didirikan pada akhir 2019 dan hanya memiliki 15 karyawan. Anak perusahaan dari Cortica Group ini telah menawarkan lebih dari 250 paten terdaftar dalam teknologi kecerdasan buatan.
Corsight saat ini memiliki sistem permanen yang dipasang di bandara dan rumah sakit di Eropa, sejumlah kota di Asia, Departemen Kepolisian Amerika Selatan dan petugas perbatasan, serta perbankan dan perusahaan tambang di Afrika.[]
Share: