IND | ENG
Apa sih Open-source? Ini Penjelasan Sederhana Onno W Purbo

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Apa sih Open-source? Ini Penjelasan Sederhana Onno W Purbo
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Senin, 27 April 2020 - 16:00 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Masih pakai Windows, pindah dong ke open-source!

Barangkali Anda pernah diledek oleh teman Anda seperti itu. Jika mendengar istilah open-source, mau tak mau, di kepala langsung tebersit Linux sebagai pesaing Windows.

Bagi yang mendalami dunia teknologi informasi, istilah “open-source” sudah pasti akrab. Mereka juga lebih menyuarakan untuk memakai sistem operasi komputer open-source. Lalu, apa sebenarnya open-source?

Pakar teknologi informasi Onno W Purbo mengatakan, perangkat lunak open-source adalah sebuah program komputer yang sumber kodenya bersifat bebas atau terbuka.

"Terbuka di sini bukan hanya terbuka, tetapi artinya source code-nya bebas, kita bisa gunakan dan jalankan," ujar Onno kepada Cyberthreat.id , Minggu (26 April 2020). Dengan bisa melihat sumber kodenya, pengguna bisa memperbaiki dan mengembangkan program komputer tersebut menjadi lebih baik.

Sumber kode merupakan kode yang dapat dimanipulasi oleh programmer komputer untuk mengubah/modifikasi cara kerja perangkat lunak atau aplikasi.

Pendek kata, open-source adalah sebuah lisensi pengembangan aplikasi yang dikelola oleh banyak pihak, di mana pengguna saling bekerja sama dalam penggunaan kode sumber yang tersedia dan dapat dimodifikasi.

“Namun, pengguna tetap diharuskan bertanggung jawab penuh dalam modifikasi open-source,” tutur Onno.

Ia mengatakan, program open-source dikembangkan dengan cara yang terdesentralisasi dan kolaboratif. Faktor inilah yang menyebabkan perangkat lunak open-source cenderung harganya lebih murah dibandingkan dengan perangkat lunak closed-source atau berbayar; karena aplikasi closed-source memang dikembangkan bukan untuk tujuan komersil.

Onno mengatakan lisensi open-source banyak dimanfaatkan untuk membuat program komputer atau aplikasi, sistem operasi, dan lain-lain. Program-program yang dibuat pun bisa dimanfaatkan untuk semua bidang kehidupan manusia. "Kalau kita buka Github, kita akan menemukan banyak proyek open-source, mulai  program soal biologi sampai keuangan," kata dia.

Jika ingin menggunakan atau turut mengembangkannya, program open-source sangat banyak tersedia di Github, LinuxⓇ, Ansible, dan Kubernetes. Di sini pengguna dapat mengakses repositori atau terlibat dalam proyek komunitas.

Onno pun mencontohkan sistem operasi dan perangkat lunak yang menggunakan lisensi open-source, seperti berikut ini:

  • Sistem operasi (OS) komputer/laptop, seperti CentOS UNIX, Linux, dan berbagai macam turunannya. Linux memiliki beberapa jenis, seperti Slackware, Debian, SuSE, Ubuntu.
  • Office editor, seperti LibreOffice dan OpenOffice.
  • OS ponsel pintar/smartphone, contoh Android dan Firefox OS.
  • Web server, seperti Apache
  • Bahasa pemograman, seperti PHP dan Java
  • Sistem manajemen basis data (Database Management System), seperti MySQL, PostgreSQL, dan SQLite.
  • Framework programming, seperti Yii, CodeIgniter, dan Node.js
  • Content management system, seperti Drupal, Alfresco, dan WordPress
  • Network monitoring system, seperti Cacti, Nagios
  • Desain grafis, seperti GNU Image Manipulation Program, dan Inkscape
  • Email, seperti PostFix, SquirrelMail, dan RoundCube[]

Redaktur: Andi Nugroho

#linux   #windows   #sistemoperasi   #open-sourcesoftware   #perangkatlunak   #onnowpurbo   #kartuprakerja

Share:




BACA JUGA
Awas: Server SSH Linux yang Kurang Aman, Diserang untuk Penambangan Mata Uang Kripto
Cacat pada Bluetooth, Peretas Dapat Ambil Alih Perangkat Android, Linux, macOS, dan iOS
Hacker Kinsing Manfaatkan Kerentanan Apache ActiveMQ untuk Sebarkan Rootkit Linux
Malvertising Baru, Gunakan Portal Berita Windows Palsu untuk Distribusikan Penginstal Berbahaya
Hacker Gunakan Paket Aplikasi MSIX untuk Menginfeksi PC Windows dengan Malware GHOSTPULSE