
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Masih pakai Windows, pindah dong ke open-source!
Barangkali Anda pernah diledek oleh teman Anda seperti itu. Jika mendengar istilah open-source, mau tak mau, di kepala langsung tebersit Linux sebagai pesaing Windows.
Bagi yang mendalami dunia teknologi informasi, istilah “open-source” sudah pasti akrab. Mereka juga lebih menyuarakan untuk memakai sistem operasi komputer open-source. Lalu, apa sebenarnya open-source?
Pakar teknologi informasi Onno W Purbo mengatakan, perangkat lunak open-source adalah sebuah program komputer yang sumber kodenya bersifat bebas atau terbuka.
"Terbuka di sini bukan hanya terbuka, tetapi artinya source code-nya bebas, kita bisa gunakan dan jalankan," ujar Onno kepada Cyberthreat.id , Minggu (26 April 2020). Dengan bisa melihat sumber kodenya, pengguna bisa memperbaiki dan mengembangkan program komputer tersebut menjadi lebih baik.
Sumber kode merupakan kode yang dapat dimanipulasi oleh programmer komputer untuk mengubah/modifikasi cara kerja perangkat lunak atau aplikasi.
Pendek kata, open-source adalah sebuah lisensi pengembangan aplikasi yang dikelola oleh banyak pihak, di mana pengguna saling bekerja sama dalam penggunaan kode sumber yang tersedia dan dapat dimodifikasi.
“Namun, pengguna tetap diharuskan bertanggung jawab penuh dalam modifikasi open-source,” tutur Onno.
Ia mengatakan, program open-source dikembangkan dengan cara yang terdesentralisasi dan kolaboratif. Faktor inilah yang menyebabkan perangkat lunak open-source cenderung harganya lebih murah dibandingkan dengan perangkat lunak closed-source atau berbayar; karena aplikasi closed-source memang dikembangkan bukan untuk tujuan komersil.
Onno mengatakan lisensi open-source banyak dimanfaatkan untuk membuat program komputer atau aplikasi, sistem operasi, dan lain-lain. Program-program yang dibuat pun bisa dimanfaatkan untuk semua bidang kehidupan manusia. "Kalau kita buka Github, kita akan menemukan banyak proyek open-source, mulai program soal biologi sampai keuangan," kata dia.
Jika ingin menggunakan atau turut mengembangkannya, program open-source sangat banyak tersedia di Github, LinuxⓇ, Ansible, dan Kubernetes. Di sini pengguna dapat mengakses repositori atau terlibat dalam proyek komunitas.
Onno pun mencontohkan sistem operasi dan perangkat lunak yang menggunakan lisensi open-source, seperti berikut ini:
Redaktur: Andi Nugroho
Share: